• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Tapal Kuda

Santrifest 2021 di Pasuruan Ulas Literasi Digital

Santrifest 2021 di Pasuruan Ulas Literasi Digital
Tangkapan layar webinar yang diadakan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila).
Tangkapan layar webinar yang diadakan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila).

Pasuruan, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan Webinar Literasi Santri, Kamis (07/10/2021). Dalam kegiatan yang merupakan serangkaian acara Santrifest 2021 ini diulas tentang literasi utamanya digital.

 

Adi Yusuf Salsabilah, pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan gagasan literasi 4-M dan 2-S. “Saya mendefinisikan literasi dalam 4-M yaitu membaca, menulis, menghitung, memecahkan masalah dan 2-S yang berarti saring dan sharing,” ungkap pria yang sedang menempuh Pendidikan S2 di UIN Maliki Malang tersebut.

 

Lebih lanjut, Adi Yusuf menjelaskan bahwa kegiatan membaca tidak selalu berkaitan dengan buku. Namun, juga termasuk kemampuan dalam membaca situasi, kondisi, serta fenomena sosial yang ada.

 

“Sama halnya dengan menulis, menulis tidak selalu berkaitan dengan kata-kata, tapi menelaah fenomena yang sudah kita baca, kemudian dituliskan dalam bentuk tindakan nyata di keseharian kita,” ungkapnya.

 

Lelaki yang gemar membaca buku karya Fiersa Besari itu menuturkan bahwa karya yang baik adalah yang bisa mewakili perasaan orang lain.

 

“Jangan pesimis untuk memulai berkarya atau menulis. Karena bisa jadi yang kita tulis hari ini akan dibutuhkan orang di masa depan,” ulasnya.

 

“Literasi yang relevan di masa sekarang adalah literasi digital. Maka dari itu saya menggagas 2-S yang artinya kita harus menyaring informasi dengan sebenar-benarnya untuk kemudian boleh kita sharing atau bagikan,” lanjutnya.

 

Dwi Marta Marwatul Wardah, penyelenggara kegiatan saat sambutan mengatakan, sebaiknya generasi muda tidak asing dengan literasi digital.

 

 

“Anak muda sekarang bisa dibilang kurang pergaluan (Kuper) kalau tidak berkenalan dengan literasi. Maka dari itu, melalui webinar ini saya berharap kita dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dari narasumber dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

 

Penulis: Rahma Salsabila


Editor:

Tapal Kuda Terbaru