• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Tapal Kuda

Viral Oknum Diduga Cabuli Santri di Lumajang, Berikut Pandangan RMINU

Viral Oknum Diduga Cabuli Santri di Lumajang, Berikut Pandangan RMINU
Tangkapan layar video viral oknum yang diduga cabuli santri di Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Tangkapan layar video viral oknum yang diduga cabuli santri di Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim
Dunia maya kembali dibuat geger dengan viralnya video diamankannya seorang pengasuh pesantren di Lumajang oleh polisi karena diduga mencabuli tiga santrinya. Menanggapi hal ini, KH Dzunnajah, Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Lumajang berpesan kepada warga agar berhati-hati memilih pesantren. 


Dalam video yang tersebar di media sosial tersebut, nampak polisi melakukan pengamanan ketat saat menggiring pria dengan inisial FZ yang disebut pengasuh Pesantren Lembah Arafah saat hendak memasuki mobil.


Hal itu dilakukan karena masyarakat tampak sangat marah dengan melontarkan sorakan, bahkan hendak memukul pria yang dianggap pengasuh pesantren tersebut.


"Jika ingin memondokkan putra-putrinya pilihlah pesantren yang sudah benar-benar diakui dan sudah berjalan dengan baik. Sudah jelas kiainya, sudah jelas keilmuannya, dan sudah sangat jelas sanadnya. Dan terpenting adalah wira'i dan berahklak baik," pesannya saat diwawancarai NU Online Jatim, Jum'at (20/05/2022).


Ia menjelaskan, pesantren yang ada di Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang Lumajang tersebut tidak berada di bawah naungan RMINU Lumajang. Bahkan, ia menyebutkan bahwa pengurus RMINU di kecamatan setempat sudah lama mengajak gabung pesantren yang bersangkutan.


"Namun tidak mau, dan sampai saat ini tidak terdaftar di data emis alias belum punya izin operasional pesantren di Kementerian Agama. Maka, saya katakan pesantren tersebut belum resmi," tegasnya.


Atas apa yang terjadi, menurutnya turut mencoreng nama baik pesantren, terutama pesantren-pesantren di Lumajang. Dirinya pun berharap hal ini tidak menjadikan masyarakat enggan memondokkan anaknya di pesantren.


"Ini oknum, maka yang perlu dilakukan adalah tidak asal memondokkan anaknya. Jangan tergiur dengan yang gratisan. Hati-hati terutama pesantren yang baru berdiri. Harus benar-benar diteliti, ditanyai tetangga kanan kirinya, bagaimana sosok kiainya, apakah sudah layak menjadi panutan atau belum," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru