• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Jujugan

6 Wisata Religi Terpopuler di Kawasan Pasuruan

6 Wisata Religi Terpopuler di Kawasan Pasuruan
Makam KH Hamid Pasuruan. (FotoL NOJ/Faisol)
Makam KH Hamid Pasuruan. (FotoL NOJ/Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Destinasi wisata di Pasuruan selama ini masih di dominasi kawasan alam. Di antaranya wisata Gunung Bromo, Gunung Penanggungan, Gunung Arjuna, Gunung Welirang, Air Terjun Kakek Bodo, Petuk Truno, Grojogan Limo dan lain sebagainya.

 

Jika berkunjung ke Pasuruan, kurang lengkap jika tidak berwisata religi. Karena di Pasuruan terdapat makam ulama besar yang dikenang dan dihormati karena jasanya menyebarkan Islam serta perjuangannya bagi masyarakat.

 

Makam-makam tersebut dirawat, dijaga, serta diziarahi hingga saat ini. Beberapa di antaranya dikunjungi banyak peziarah dari dalam dan luar kota bahkan luar pulau Jawa. Makam-makam tersebut menjadi destinasi wisata religi sekaligus sumber rezeki bagi warga sekitarnya.

 

Makam Mbah Ratu Ayu

Peziarah dari arah Surabaya bisa memulai berwisata religi ke makam Mbah Ratu Ayu di Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Mbah Ratu Ayu memiliki nama asli Syarifah Khadijah. Ia merupakan putri dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

 

Kompleks makam Mbah Ratu Ayu mudah ditemukan. Lokasinya bersebelahan dengan rest area Swadesi yang berada di Jalan Raya Pantura. Ditambah lagi UKM khas seperti busana bordir, souvenir juga terdapat dalam satu komplek. 

 

Akses untuk menuju komplek ini juga sangat mudah karena terdapat halte tempat transit travel, bus antar kota dan antar propinsi yang menuju Surabaya, Probolinggo, Banyuwangi, Bali dan Lombok yang hampir semua berhenti di tempat itu.

 

Makam Mbah Hamid

Dari Bangil, peziarah bisa langsung menuju makam KH Abdul Hamid atau Mbah Hamid. Makam Mbah Hamid berada di kompleks pemakaman Masjid Jami' Al-Anwar, Kota Pasuruan.

 

Ramainya peziarah merupakan berkah bagi masyarakat. Puluhan pedagang memenuhi sepanjang jalan masuk kompleks hingga ke pintu makam. Mereka menawarkan berbagai barang mulai jajanan, perangkat alat salat hingga poster para ulama dan kaligrafi.

 

Keberadaan makam Mbah Hamid membawa berkah terhadap kemakmuran masjid dan pedagang di sekitar makam. Setiap hari makam itu tidak pernah sepi dari peziarah lokal atau luar kota. Pada umumnya para peziarah dengan rute Walisongo tidak pernah melewatkan kesempatan untuk ziarah ke makam KH Abdul Hamid.

 

Makam Mbah Selagah

Hasan Sanusi atau Mbah Selagah merupakan mubaligh yang juga pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Mbah Selagah dikenang sebagai ulama yang gigih menyebarkan agama Islam khususnya di Pasuruan.

 

Saat itu, beliau dipanggil Bupati Pasuruan pertama yang bernama Raden Surgo untuk segera kembali ke Pasuruan untuk mengusir Belanda yang masuk melalui jalur Pasuruan Utara yang dikenal dengan Desa Mayangan.

 

Pada saat Pasuruan dipimpinan oleh Mbah Selagah, pihak Belanda dipukul mundur dan gagal belanda menduduki Pasuruan. Beliau dimakamkan di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, persis di selatan Stadion Untung Suropati.

 

Makam Mbah Sakarudin

Dari Kota Pasuruan peziarah bisa melanjutkan ke timur menuju makam Mbah Sakarudin merupakan ayah dari Mbah selegah pendiri masjid Jamik Pasuruan. Makam tersebut tepatnya berada di Desa Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Di area pemakaman Mbah Sakarudin juga ditemukan makam makam ulama Pasuruan lainnya termasuk guru Syaikhona Moh Kholil Bangkalan.

 

Makam Mbah Semendi

Mbah Semendi atau Mbah Sholeh merupakan ayah Mbah Syakaruddin, ulama yang makamnya di Desa Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Mbah Syakaruddin merupakan ayah Sayyid Hasan Sanusi atau Mbah Slagah.

 

Peziarah bisa melanjutkan perjalanan ke timur menuju makam Mbah Semendi di Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Mbah Semendi atau Habib Sholeh merupakan ulama penyebar Islam dari Banten.

 

Malam Mbah Arif Segoropuro

Sosok Mbah Arif Segoropuro masih sulit dilacak sejarahnya. Namun menurut warga Pasuruan beliau merupakan murid dari Mbah Sholeh Semendi yang kemudian menjadi menantu.

 

Walaupun sulit dilacak pastinya beliau mempunyai jasa yang sangat besar dalam menyebarkan dan mengembangkan Islam Ahlusunah wal Jamaa'ah di daerah Pasuruan.

 

Makam Mbah Arif Segoropuro terletak di Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan lokasinya terletak 2 km dari jalur Pantura Surabaya, Pasuruan dan Banyuwangi.


Jujugan Terbaru