• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Jujugan

Kopi Taji Malang, Tawarkan Keindahan Alam Lereng Gunung Bromo

Kopi Taji Malang, Tawarkan Keindahan Alam Lereng Gunung Bromo
Kopi Taji Lereng Bromo. (Foto: Istimewa)
Kopi Taji Lereng Bromo. (Foto: Istimewa)

Malang, NU Online Jatim
Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari hampir seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, ia menjadi sajian utama kala konkow santai bersama sejawat ataupun keluarga. Dan, kopi nusantara atau kopi asli Indonesia sudah mulai tersebar di beberapa daerah. Seperti halnya Kopi Arjuno, Kopi Dampit, Kopi Ijen, Kopi Gayo, dan lain sebagainya.


Salah satu kopi yang populer di Malang yaitu Kopi Taji yang berada di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Desa Taji merupakan sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Bromo dengan ketinggian kurang lebih 1200 di atas permukaan laut.


Oleh karenanya, desa yang terkenal dengan tanaman kopinya ini memiliki keindahan alam yang luar biasa lantaran berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).


Owner Kopi Taji, Muhammad Syukron mengatakan, bahwa di Kopi Taji disediakan dua jenis varian kopi yang siap dihidangkan kepada wisatawan.


"Kami siapkan dua varian, seperti Robusta dan Arabika. Karena kita ingin mengenalkan kopi, jadi kami kurangi yang non kopi. Selain kopi, kami hanya menyediapkan cokelat dan green tea saja," katanya, Senin (16/05/2022).


Ia menjelaskan, bahwa seluruh kopi yang disuguhkan merupakan tanaman asli masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani kopi.


"Alhamdulillah, kopinya dari masyarakat sekitar, tidak mengambil dari luar. Setiap tahunnya petani kopi di Desa Taji ini dapat menghasilkan kopi sebanyak 10 ton," imbuhnya.


Syukron memaparkan, Kopi yang dihasilkan dari petani kopi di Desa Taji dilakukan dengan sistem pengolahan yang tepat dan sehat. "Petani di sini lebih memaksimalkan pupuk kandang, serta menghindari penggunaan pupuk kimia," jelasnya.


Pihaknya mengatakan, bahwa ia siap melayani pengunjung Kopi Taji untuk mengetahui cara pengolahan kopi yang baik dari hulu hingga hilir. Ia mengimbau agar pengunjung yang akan datang di Kopi Taji untuk tetap menjaga keselamatan diri di musim pancaroba.


"Karena musim hujan belum usai, jadi berhati-hati kalau berkendara. Untuk pengunjung, sewaktu turun jangan sampai lewat waktu Maghrib. Untuk itu, kami buka mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB," terangnya.


Sementara itu, Rizal salah seorang pengunjung mengatakan, jika dirinya takjub dengan keindahan alam yang ada, apalagi lokasinya tepat berada di bawah lereng Gunung Bromo.


​​​​​​​"Saya baru pertama kali, Mas. Suasananya nyaman dan kopinya rekomended," jawabnya singkat.


Jujugan Terbaru