• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Kediri Raya

Fatayat NU di Blitar Gelar Sosialisasi Partisipasi Politik Perempuan

Fatayat NU di Blitar Gelar Sosialisasi Partisipasi Politik Perempuan
Sosialisasi Partisipasi Politik Perempuan oleh PC Fatayat NU Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/INF).
Sosialisasi Partisipasi Politik Perempuan oleh PC Fatayat NU Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/INF).

Blitar, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kanigoro bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Blitar (UNISBA) menggelar sosialisasi ‘Partisipasi Politik Perempuan’. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula SMP Miftahul Huda, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Blitar, Sabtu (05/06/2021)

 

Koordinator Bidang Advokasi Hukum dan Politik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanigoro, Muashomah mengatakan, acara tersebut sebagai wadah untuk memberikan pendidikan politik bagi perempuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di ranah politik.

 

“Maka dari itu, PAC Fatayat NU Kecamatan Kanigoro perlu melakukan sosialisasi partisipasi perempuan dalam politik semacam ini,” ujarnya.

 

Pihaknya mengatakan, keterlibatan perempuan dalam kehidupan publik di Indonesia telah meningkat. Namun partisipasi perempuan dalam bidang politik dan pemerintahan masih rendah.

 

“Tapi alhamdulillah, dukungan terhadap peningkatan partisipasi politik perempuan di Indonesia sudah memadai,” ungkap Muashomah.

 

Dirinya menambahkan, Undang-Undang Dasar 1945 sudah memberikan situasi yang kondusif untuk meningkatkan keterlibatan politik perempuan. Yaitu dengan disyaratkannya 30% keterwakilan perempuan di badan legislatif maupun dalam kepengurusan partai di tingkat nasional hingga daerah.

 

“Bahkan pemerintah telah lebih responsif dengan diterbitkannya kebijakan tentang pengarusutamaan gender dalam perencanaan dan program pembangunan nasional,” imbuhnya.

 

Meskipun demikian, berbagai tantangan dan hambatan pun masih harus dihadapi perempuan. Hambatan yang paling mendasar adalah ideologi patriarki. Ideologi ini memposisikan peran perempuan di ranah domestik dan laki-laki di ranah publik.

 

“Status perempuan menjadi tersubordinasi dalam relasinya dengan laki-laki sehingga memiliki keterbatasan sosial dan finansial,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru