Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

HSN di Blitar, Seribu Santri Semarakkan Lalaran Kitab Awamil Ghurgoni

HSN di Blitar, Seribu Santri Semarakkan Lalaran Kitab Awamil Ghurgoni
Kegiatan Lalaran Kitab Awamil Ghurghoni oleh seribu santri madrasah diniyah se-Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani)
Kegiatan Lalaran Kitab Awamil Ghurghoni oleh seribu santri madrasah diniyah se-Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani)

Blitar, NU Online Jatim

Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dimanfaatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar dengan menggelar Lalaran Kitab Awamil Ghurghoni oleh 1000 santri madrasah diniyah se-Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Graha NU, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Ahad (17/10).

 

Kegiatan ini cukup meriah, pasalnya tidak hanya santri asal Kabupaten Blitar yang mengikuti kegiatan ini. Namun, juga santri dari luar Blitar juga ikut serta dalam kegiatan ini, di antaranya santri Kabupaten Tulungagung, Kediri, dan Nganjuk.

 

Pembina dan Amanah Taftis (Penguji), Samsul Hadi menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memacu semangat para santri, khususnya santri madrasah diniyah di pelosok desa agar lebih giat dalam belajar nahwu-sharraf, serta materi di madrasah diniyah lainnya.

 

“Kami memilih Kitab Awamil Ghurgoni karena kitab ini merupakan dasar untuk mempelajari kitab nahwu-sharraf sebelum melangkah ke kitab yang lain, seperti Jurumiyyah, Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik,” tuturnya.

 

Menurut Samsul Hadi, sasaran kegiatan tersebut difokuskan kepada madrasah diniyah di desa, dengan tambahan dari santri pondok pesantren. Ia berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir agar dapat melaksanakan agenda rutin seperti 3 tahun yang lalu, yaitu cerdas cermat.

 

Ia juga berharap, tahun depan dapat menggelar acara serupa dan mengembangkannya pada lalaran kitab Jurumiyyah dan Imrithi. “Harapan kami tahun depan tidak hanya 1000 santri, tetapi 3000 santri yang berpartisipasi,” ungkapnya.

 

Kegiatan ini juga dihadiri segenap dewan asatidz madrasah, salah satunya Gus Arda Billy, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Talok, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

 

Gus Billy dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa radikalisme yang sedang menggurita di Indonesia dapat ditangkal dengan peningkatan ilmu pengetahuan dari kader-kader NU.

 

“Maka dari itu, kader-kader NU ke depan kualitasnya harus tetap sama seperti para pendahulu, agar eksistensi NU tetap terjaga,” pungkasnya.

Terkait

Kediri Raya Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini