• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Kediri Raya

Kiai Marzuki Tekankan Umat Islam Beragama dengan Kaffah

Kiai Marzuki Tekankan Umat Islam Beragama dengan Kaffah
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ)
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ)

Kediri, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menyampaikan amanat agar umat Islam beragama secara kaffah. Hal tersebut menyikapi maraknya kelompok masyarakat yang memanfaatkan potongan ayat agama untuk kepentingan di luar syiar keislaman.

 

Penegasan tersebut disampaikan Kiai Marzuki saat sambutan dalam pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri masa khidmat 2021-2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di aula Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (13/10).

 

Kiai Marzuki meminta kepada seluruh umat Muslim agar mempelajari agama secara totalitas. Menurutnya, jangan ada satu ayat pun yang dibuang yang digunakan untuk memuluskan muslihat tertentu.

 

“Misal karena ayat atau hadits tersebut disukai dan cocok dengan ideologinya digunakan, sedang ayat yang lain ditolak karena tidak cocok dengan ajarannya,” ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang itu mengisahkan cerita Sahabat Nabi yang tidak memilah-milah wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Menurut Kiai Marzuki, seorang Muslim hendaknya meniru kesetiaan Sahabat Nabi yang setiap diperintah oleh Rasulullah SAW selalu taat dan patut. “Tidak ada jawaban lain dari Sahabat kepada Nabi selain ‘Iya’. Mereka sepenuhnya sami’na wa atho’na kepada Nabi SAW,” jelasnya.

 

Dirinya menyebutkan, bahwa beragama itu hendaknya tidak setengah-setengah. Karena hal yang demikian bisa mengarah pada kekufuran.

 

Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an, bahwa Allah akan menganggap hambanya tidak beriman secara sempurna apabila hamba tersebut ketika diajak tafhim memegang Al-Qur'an dan Sunnah masih sulit.

 

“Orang-orang yang sulit diajak tafhim kepada Al-Qur’an dan Hadits oleh Allah disebut belum sempurna keimanannya,” pungkasnya.


Kediri Raya Terbaru