• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Keislaman

11 Golongan yang Dijumpai Nabi saat Isra' Mi'raj

11 Golongan yang Dijumpai Nabi saat Isra' Mi'raj
Ada 11 golongan manusia yang disaksikan Nabi saat Mi'raj. (Foto: NOJ/NU Network)
Ada 11 golongan manusia yang disaksikan Nabi saat Mi'raj. (Foto: NOJ/NU Network)

Isra’ Mi’raj yang diperingati umat Islam setiap 27 Rajab memberikan banyak pelajaran. Salah satunya adalah bahwa Nabi Muhammad SAW saat melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha yakni dipertemukan banyak orang dengan beragam karakter. 


Setidaknya, Nabi Muhammad SAW melihat 11 golongan orang dalam peristiwa khusus itu. Hal tersebut dijelaskan Syekh Najmudin al-Ghaithi dalam kitabnya, Dardir Miraj. Rinciannya sebagai berikut:


1. Golongan gemar sedekah 
Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ditanam. Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Begitu pun seterusnya sehingga hasil panen melimpah ruah. 
Golongan ini adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah akan mengganti semua yang diinfakkan di jalan-Nya.  

 


2. Berpegang teguh pada agama Allah 
Ketika itu, Nabi mencium bau harum. Ketika ditanyakan kepada Jibril, bau harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.  


3. Kalangan yang malas mengerjakan shalat fardhu 
Saat itu, Nabi melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah dan utuh kembali secara berulang-ulang. Nabi begitu iba melihatnya. Jibril menjelaskan, bahwa mereka adalah yang kepalanya berat untuk melaksanakan shalat fardhu sehingga urung menunaikannya. Itulah siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang malas melaksanakan kewajiban shalat fardhu di hari pembalasan nanti.   


4.  Golongan yang enggan sedekah 
Mereka tampak oleh Nabi tengah memakan pohon dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas.


5. Pezina yang lebih memilih perempuan lain di luar istrinya sendiri 
Kelompok orang ini digambarkan pada saat itu seperti orang yang menggenggam daging empuk dan daging busuk. Namun orang-orang itu memilih memakan daging busuk dari pada daging empuk yang dibawanya. Mereka menurut Jibril adalah orang yang lebih memilih tidur dengan perempuan lain padahal ia memiliki istri yang sah.  


6. Perampok atau pembegal 
Nabi Muhammad SAW melihat golongan ini seperti kayu yang berada di tengah jalan. Saat ada orang yang melewati jalan tersebut, orang itu terbakar karena kayu itu. 


7. Pemakan harta riba 
Nabi Muhammad SAW menyaksikan perumpamaan golongan ini seperti orang yang berenang di sungai yang penuh darah.  


8. Rakus jabatan 
Rasulullah SAW melihat golongan orang yang memikul kayu bakar di pundaknya. Orang-orang yang termasuk golongan ini masih terus menambah kayu bakar yang dipikulnya walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya.   


9. Dai yang tidak mengamalkan ucapan 
Para dai ini dilihat oleh Nabi seperti sekelompok orang yang lidah dan mulut mereka dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan dipotong lagi.  Peristiwa itu perumpamaan bagi para dai yang hanya mampu ceramah dan berorasi, namun tidak mampu mengamalkan ceramahnya untuk diri sendiri.  


10. Kalangan pengumpat 
Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi SAW melihat golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Mereka mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut. Menurut Jibril, mereka adalah orang-orang yang mengumpat perbuatan orang lain, tetapi mereka melakukan perbuatan tersebut. 


11. Golongan provokator
Ketika itu Nabi Muhammad melihat seekor sapi yang keluar dari sebuah lubang kecil. Namun, sapi itu tidak mampu kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar. Menurut Jibril, hal itu adalah perumpamaan bagi umat Nabi Muhammad yang melakukan provokasi sehingga menimbulkan masalah yang besar. Saat tersadar akan ulahnya, ia tidak mampu menyelesaikan masalah besar tersebut.


Keislaman Terbaru