• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Keislaman

Berikut Sejumlah Peristiwa di Hari Asyura

Berikut Sejumlah Peristiwa di Hari Asyura
10 Muharram memiliki sejumlah peristiwa penting (Foto:NOJ/tfaseal)
10 Muharram memiliki sejumlah peristiwa penting (Foto:NOJ/tfaseal)

Di dalam sejarah Islam, bulan Muharram tercatat peristiwa penting yang tidak bisa dilupakan, yaitu 10 Muharram atau dikenal Asyura. Dalam tradisi Jawa Timur, peristiwa tersebut ditandai dengan bubur Asyura yang melambangkan kemenangan dan kesedihan. 


Dikatakan sebagai perlambang kemenangan, karena para Nabi menegakkan keadilan dan kebenaran, seperti keselamatan dan kemenangan Nabi Nuh as dari cengkraman badai dan ombak besar yang mengamuk di seluruh dunia. Juga kemenangan Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Ayyub, Nabi Ya'qub, Nabi Yunus, Nabi Zakariya, Nabi Sulaiman, Nabi Musa, dan nabi-nabi lainnya.


Bulan Muharram juga merupakan awal mula Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya hijrah ke Madinah secara diam-diam kecuali Umar bin Khattab ra yang secara terang-terangan mengumumkan kepada bani Quraisy di atas bukit Shafa melalui jalur utama.


Di akhir bulan Safar nabi hijrah bersama Abu Bakar Shiddiq ra, kemudian disusul Ali bin Thalib ra setelah berpura-pura tidur di atas tempat tidur nabi hingga akhirnya rombongan sampai ke Madinah pada bulan Rabi'ul Awal. 


Dikatakan pula bulan Muharram sebagai perlambang kesedihan, maksudnya, di bulan itu terjadi genjatan senjata pada tanggal 10 Muharram 61 H. Sejumlah 4000 pasukan Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqash menyerbu rombongan Al-Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib yang berkekuatan 72 orang, 32 prajurit berkuda, dan 40 orang pejalan kaki, selengkapnya terdiri dari anak-anak dan perempuan.


Tragedi di Karbala itu menghitamkan sejarah Islam, karena cucu nabi, keluarga, dan syuhada lainnya terbunuh. Pembunuhan kejam itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang berhati dzalim. Allah menegaskan bahwa orang dzalim dikecam dan diancam, sebagaimana dalam firman-Nya.


وَأَعْتَدْنَا لِلظَّـٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا (الفرقان : 37)


Artinya : Dan kami (Allah)  sediakan bagi mereka orang-orang yang dzalim itu siksa yang amat pedih dan dahsyat.


Dari sinilah, masyarakat Jawa dan Madura berduka di bulan Muharram, sehingga perempuan tidak diperkenankan bersolek dan memperkuat ibadah dengan beragam amal kebaikan, seperti puasa, bermuhasabah, shadaqah atau menyantuni anak yatim, hingga muncullah bubur Asyura di kalangan Nahdliyin. 


Dengan demikian, hari Asyura merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah, sehingga Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk bersyukur dan berpuasa. Keistimewaan bagi orang yang berpuasa dijelaskan dalam hadits. 


صَوْمُ يَوْمِ عَاشُرَاءَ يُكَفِّرُسَنَةً مَاضِيَةً (رَوَاهُ أَحْمَدُبْنُ حَنْبَلٍ فِى مُسْنَدِهِ وَمُسْلِمٌ وَأَبُوْ دَاوُدَ عَنْ أَبِى قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ)


Artinya : Berpuasa di hari Asyura itu menghapuskan dosa setahun yang silam (maksudnya menghapus dosa-dosa kecil yang ringan, bukan yang besar, karena dosa-dosa yang besar tidak diampuni oleh Allah melainkan hanya taubat yang sebenar-benarnya kepada Allah) 


Dalam hadits lain diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Thayalisy dari Ubadah bin Abi yazid bahwa Abdullah bin Abbas berkata. 


مَارَأَيْتُ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ غَيْرَ رَمَضَانَ سِوَى عَاشُرَاءَ. (رَوَاهُ البُخَارِى وَمُسْلِمٌ وَأَبُوْدَاوُدَ وَالتِّرْمِذِى وَالَّلفْظُ لَهُ عَنْ أَبِى يَزِيْدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ)


Artinya : Saya tidak pernah melihat Nabi berpuasa sunnah dan mengutamakan puasa itu kepada puasa lainnya, kecuali puasa Asyura. 


Jadi, beberapa peristiwa penting di atas bisa dipetik pelajaran, agar umat Islam, khususnya warga Nahdliyin menghidupkan Asyura dengan berpuasa, bersedekah, berbuat amal shaleh pada 10 Muharram, karena sangat besar pahalanya.


Keislaman Terbaru