• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Keislaman

Hari Senin dan Berbarengan Isra' Mi'raj, Sebaiknya Diisi Puasa

Hari Senin dan Berbarengan Isra' Mi'raj, Sebaiknya Diisi Puasa
Senin yang berbarengan dengan peringatan Isra' Mi'raj bisa diisi dengan puasa sunah. (Foto: NOJ/NU Network)
Senin yang berbarengan dengan peringatan Isra' Mi'raj bisa diisi dengan puasa sunah. (Foto: NOJ/NU Network)

Hari ini, Senin (28/02/2022) ditetapkan sebagai libur nasional. Dan senyampang liburan, ada baiknya digunakan untuk puasa. Karena puasa di hari Senin -termasuk Kamis- demikian dianjurkan. Apalagi berbarengan juga dengan Isra' Mi'raj, 27 Rajab 1443 H.


Hal tersebut karena Nabi Muhammad SAW memperlakukan Senin dan Kamis sebagai hari istimewa. Nabi memilih dua hari itu untuk ibadah puasa. Apa sebab? 


Mungkin karena Senin merupakan hari kelahirannya. Lalu bagaimana dengan Kamis? Karena tidak mungkin Rasulullah SAW dilahirkan di hari Kamis juga. Kutipan hadist oleh Syekh Abu Zakariya al-Anshari berikut ini dalam karyanya Fathul Wahhab setidaknya membantu menjawab:


 وقال تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم رواهما الترمذي وغيره 


Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa. HR Turmudzi dan selainnya. 


Mengenai jam berapa amal itu diperlihatkan, tidak ditemukan keterangan waktu pada hadits di atas. Apakah jam 8 pagi, jam 10, atau waktu zhuhur? Syekh Bujairimi dalam karyanya Attajrid Linaf‘il Abid, Hasyiyah ala Fathil Wahhab menjelaskan:


 قوله (وأنا صائم) أي قريب من زمن الصوم لأن العرض بعد الغروب كما تقدم 


Artinya: Ungkapan ‘Di saat aku sedang berpuasa’ maksudnya, berdekatan dengan aktivitas puasa. Karena, amal perbuatan diperlihatkan selepas matahari terbenam saat orang sudah membatalkan puasanya. 


Syekh Bujairimi masih dalam kitabnya memberi keterangan tambahan: 


 فائدة: تعرض الأعمال على الله تعالى يوم الاثنين والخميس، وعلى الأنبياء والآباء والأمهات يوم الجمعة، وعلى النبي صلى الله عليه وسلم سائر الأيام اهـ ثعالبي 


Artinya: Pemberitahuan: Amal perbuatan seseorang diperlihatkan di hadapan Allah SWT pada hari Senin dan hari Kamis. Di hadapan para nabi, ayah, dan ibu yang bersangkutan sendiri, amal diperlihatkan pada hari Jumat. Sementara di hadapan Rasulullah, amal seseorang diperlihatkan setiap hari. Dikutip dari Tsa’alabi. 


Untuk itu, baik-baiklah berperilaku. Minimal menjaga puasa Senin dan atau Kamis. Karena, segala bentuk aktivitas kita diantarkan malaikat di hadirat Allah, Nabi Muhammad SAW, para nabi, ayah dan juga ibu kita yang terlebih dahulu wafat. Betapa malunya kita bila mereka semua mendapati catatan amal kita hitam kotor? Dan betapa bangganya mereka bila melihat catatan baik amal kita? Wallahu a’lam.


Keislaman Terbaru