• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Keislaman

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Shalat subuh berjamaah di masjid (Foto:NOJ/polrespacitan)
Shalat subuh berjamaah di masjid (Foto:NOJ/polrespacitan)

Shalat subuh merupakan ibadah wajib yang paling berat. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya orang tidur sedangkan kewajiban shalat subuh tetap berjalan. Terlebih melaksanakan shalat subuh secara berjama'ah sangat berat menjalankannya. Padahal shalat subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan, di antaranya, mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. Dalam salah satu hadits disebutkan:


عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال : بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Artinya: Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad, sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)


Dalam hadits lain diriwayatkan dari Utsman bin Affan, Rasulullah bersabda:


مَن صَلىَّ العِشاءَ في جَمَاعةٍ، فكأنَّما قَامَ نِصفَ الليلِ، ومَن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

 


Artinya: Barang siapa yang melakukan shalat isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu. (HR. Muslim)


Dua hadits di atas menegaskan bahwa shalat subuh berjamaah lebih unggul dibandingkan shalat subuh sendirian, apalagi shalatnya dikerjakan secara berjamaah akan mendapatkan pahala 27 derajat.  Anas bin Malik meriwayatkan dari Rasulullah:


مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ


Artinya: Barang siapa yang shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah bersabda, yang sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Tirmidzi).

 


Selain itu, keutamaan shalat subuh juga terdapat pada shalat sunnah qabliyah subuh (shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh). Hal ini disampaikan oleh Ummul Mukminin Aisyah, bahwa 
Rasulullah bersabda:


ركعتا الفجر خيرٌ من الدنيا وما فيها


Artinya: Dua rakaat (shalat sunah qabliyah) subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya. (HR. Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah)


Selain itu, dengan shalat subuh berjamaah seseorang akan dihindarkan dari penyakit kemunafikan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:


ليسَ صَلَاةٌ أثْقَلَ علَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ والعِشَاءِ، ولو يَعْلَمُونَ ما فِيهِما لَأَتَوْهُما ولو حَبْوًا، لقَدْ هَمَمْتُ أنْ آمُرَ المُؤَذِّنَ، فيُقِيمَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا يَؤُمُّ النَّاسَ، ثُمَّ آخُذَ شُعَلًا مِن نَارٍ، فَأُحَرِّقَ علَى مَن لا يَخْرُجُ إلى الصَّلَاةِ بَعْدُ


Artinya: Tidak ada shalat yang lebih berat dilaksanakan bagi orang munafik daripada shalat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya (subuh dan isya), niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan muadzin agar didirikan (iqamah) shalat, lalu aku perintahkan seseorang untuk memimpin shalat (berjamaah), kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang tidak keluar melaksanakan shalat berjamaah di masjid (tanpa alasan yang benar) (HR. Bukhari-Muslim).


Dari sini dapat dipahami bahwa shalat subuh berjamaah memiliki sejumlah keistimewaan, termasuk sunnah qabliyah subuh. Sebab dengan menjalankan shalat subuh berjamaah, akan senantiasa mendapatkan cahaya yang sempurna dan dijauhkan dari sifat nifaq.


Keislaman Terbaru