• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Amanat Konferensi, Turba NU Sumenep Lakukan Penguatan Ranting

Amanat Konferensi, Turba NU Sumenep Lakukan Penguatan Ranting
Wakil Ketua PCNU Sumenep KH Yusuf Effendi saat penguatan ranting di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Wakil Ketua PCNU Sumenep KH Yusuf Effendi saat penguatan ranting di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep kembali melakukan turba atau turun ke bawah ke sejumlah daerah. Hal itu guna melakukan penguatan ranting sebagaimana yang diamanatkan pada Konferensi Cabang (Konfercab) beberapa waktu yang lalu. 


Kali ini, turba dilaksanakan dengan menyasar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kegiatan dipusatkan di auditorium Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (01/01/2022).


Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH Yusuf Efendi mengatakan, di periode ini pihaknya fokus pada penguatan ranting. Menurutnya, maksud dan tujuan penguatan ranting bukan hanya untuk mengorek kesalahan dan kelemahan, tetapi untuk memotret kondisi jamiyah dari dekat. 


“Alhamdulillah, sejak awal Desember 2020, kami mulai melakukan turba guna mengidentifikasi beberapa kendala yang terjadi di akar rumput,” ujarnya.


Selain itu, lewat kegiatan ini, pihaknya hendak memberikan solusi dan rekomendasi pada pengurus setempat. Sehingga mereka bisa meningkatkan programnya dan memiliki semangat baru dalam berkhidmat di NU, baik di bidang diniyah atau pun ijtimaiyah.


“Kedatangan kami untuk silaturahim dan agar lebih akrab. Karena ujung tombak NU ada di ranting. Posisi kita sama, namun yang memiliki warga dan bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah ranting,” ungkapnya. 


Ia mengatakan, gerakan penguatan ranting sejatinya dimulai sejak peringatan Hari Santri 2021, dengan banyak kegiatan Hari Santri 2021 yang disebar ke sejumlah daerah. 


“Jangan kaget kalau pada peringatan Hari Santri 2021 kantor PCNU sepi. Karena seluruh kegiatan disebar ke ranting-ranting. Meskipun pembukaan dan penutupan dipusatkan di aula PCNU. Tujuannya adalah agar keberadaan NU benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.


Kiai Yusuf menegaskan bahwa NU itu berbeda dengan pemerintah. Di dalam kepengurusan NU, ketua dan wakil ketua memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda. 
 


“Seluruh program NU dibagi habis ke lembaga sebagai departementasi NU yang didampingi oleh Koordinator Bidang (Korbid). Korbid tersebut diisi wakil ketua. Oleh karenanya, kepengurusan di ranting harus bergerak bersama dan bersinergi agar seluruh program terlaksana dan kompak,” tandasnya.


Madura Terbaru