• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Madura

Bahas Sejumlah Hal, Gus Yahya Sowan Rais PBNU di Pamekasan

Bahas Sejumlah Hal, Gus Yahya Sowan Rais PBNU di Pamekasan
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama KH Mudatsir Badruddin Rais PBNU asal Pamekasan. (Foto: NOJ/ Syarofi)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama KH Mudatsir Badruddin Rais PBNU asal Pamekasan. (Foto: NOJ/ Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sowan ke Rais PBNU KH Mudatsir Badruddin di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (05/03/2022).


Gus Yahya mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut dalam rangka silaturahim. Gus Yahya menyampaikan kepada Kiai Mudatsir, bahwa hingga saat ini banyak Duta Besar (Dubes) negara-negara sahabat yang hendak sowan ke PBNU. Namun, sementara waktu belum diterima karena banyak agenda PBNU yang harus diselesaikan.


“Sejak tanggal 27 Desember 2021, meski kepengurusan PBNU belum terbentuk, sudah banyak Dubes negara-negara sahabat yang ingin datang ke PBNU. Tapi belum bisa saya temui, hanya beberapa saja. Bahkan, kemarin sempat sehari dua Duta Besar yang datang ke PBNU,” tuturnya.


Gus Yahya menjelaskan, berdasarkan penuturan sejumlah Dubes, bahwa ketertarikannya untuk berkunjung ke PBNU merupakan arahan dari negara masing-masing. “Dan, mayoritas yang dibicarakan ialah kontribusi NU terkait permasalahan global, seperti runtuhnya tertib internasional,” kata Gus Yahya.


Sementara Kiai Mudatsir dalam sambutannya mengaku sangat terhormat dan senang didatangi rombongan PBNU. Bahkan, menurut Kiai Muddatstsir, rombongan tersebut merupakan tamu yang lebih terhormat dibanding Presiden RI.


“Hal tersebut karena NU organisasi terbesar di dunia. Dan menurut saya, beliau (Gus Yahya) ini merupakan mujaddid NU, karena Allah dalam setiap pengujung abad, pengujung seratus tahun, akan mengutus mujaddid. Jadi, bagi saya beliau ini mujaddid NU,” ucap alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur ini.


Di akhir sambutannya, Kiai Mudatsir berpesan kepada Gus Yahya dan segenap pengurus NU di forum itu, agar berkeyakinan bahwa NU ke depan akan semakin baik dan maju. Karena di akhir zaman, fitnah akan semakin besar. Makanya, kader NU harus yakin, semua kebijakan NU tidak akan menabrak ajaran agama.


“Ansor dan pengurus-pengurus NU, atau banom NU lainnya, yakinlah NU ke depan akan lebih baik,” pungkas Kiai Mudatsir.
 


Selain Gus Yahya, hadir juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf, serta Rais PBNU KH Abd A’la Basyir dan Ketua PBNU Amin Said Husni. Rombongan ditemui langsung oleh Kiai Mudatsir didampingi KH Syafiuddin Rais PCNU Sampang, KH Taufik Hasyim Ketua PCNU Pamekasan, K Muchlis Nasir Ketua MWCNU Palengaan, serta kiai-kiai lain.


Madura Terbaru