• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Madura

Begini Cara Tokoh Lintas Agama Sumenep Perkuat Persatuan

Begini Cara Tokoh Lintas Agama Sumenep Perkuat Persatuan
Ketua FKUB Sumenep (tengah) pimpin acara bersama seluruh tokoh dan pemuda lintas beragama di kantor setempat. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Ketua FKUB Sumenep (tengah) pimpin acara bersama seluruh tokoh dan pemuda lintas beragama di kantor setempat. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Viralnya video Muhammad Kece di kanal YouTube mendapat kecaman dari berbagai pihak. Menyikapi hal ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) Sumenep menggelar Halal Bihalal dengan berbagai tokoh dan pemuda lintas agama di Islamic Center Batuan, kota setempat, Sabtu (28/8/2021).

 

Ketua FKUB Sumenep, KH Mahfudz Rahman menyadari situasi nasional yang belakangan semakin mengancam hubungan keberagaman, terlebih ditangkapnya Muhammad Kece dan Yahya Waloni terkait penghinaan agama yang berpotensi menjadi pemicu retaknya kerukunan antar umat beragama.

 

“Mohon masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan urusan hukum pada pihak berwajib dan terus meningkatkan kerja sama dalam hubungan lintas agama demi memupuk persaudaraan yang lama dibangun oleh para founding father,” ujarnya.

 

Ia berharap kepada pihak berwajib untuk menindak siapa pun yang ingin memecah belah ukhuwah antar bangsa.

 

“Jangan beri sedikit pun ruang bagi pelaku intoleransi untuk bergerak bebas dan memprovokasi kerukunan kita. Kehidupan dengan semangat Kebhinekaan ini menjadi tugas bersama,” ungkapnya.

 

Sekretaris FKUB Sumenep, Moh Anif menyatakan, dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan dialog lintas agama dengan tema ‘Harmonisasi Pemuda Indonesia di tengah Pandemi, Menginspirasi Perdamaian Dunia’.

 

Di kesempatan yang sama, Ketua FPKUB Sumenep, Zaynollah menyayangkan dan mengecam tindakan intoleran tersebut.

 

“Dari sinilah kita belajar, betapa pentingnya kita saling menghargai dan mendalami ilmu agama sehingga betul-betul menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia dan menghargai perbedaan,” katanya.

 

Tak hanya itu, pihaknya mempersilakan kepada pihak-pihak yang bersikukuh dengan gerakan intoleran untuk datang ke Madura dan duduk bersama para santri dan pemuda lintas beragama.

 

“Jika kita duduk bersama, mereka akan tahu cara kita berdialog dan berbicara dari hati ke hati terkait keberagaman ini. Kami sudah bersusah payah dan bertahun-tahun untuk menyatukan keberagaman ini dalam sebuah wadah. Gerakan ini bersanad pada upaya pendiri bangsa
yang sejak dulu menjaga kerukunan ini dan menghindari perpecahan yang disebabkan persoalan kecil,” ungkap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep tersebut.

 

 

Alumni Pondok Pesantren Nurud Dhalam Ganding tersebut menegaskan, di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep kehidupan antar beragama selalu damai, tidak saling menjatuhkan keyakinan yang berbeda. “Bagimu agamamu, bagiku kalian saudaraku,” tandasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru