• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Madura

Bu Nyai Bershalawat, Elemen Perempuan NU Jatim Sampaikan Maklumat

Bu Nyai Bershalawat, Elemen Perempuan NU Jatim Sampaikan Maklumat
Elemen perempuan NU Jawa Timur menyampaikan maklumat saat pagelaran Bu Nyai Nusantara. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Elemen perempuan NU Jawa Timur menyampaikan maklumat saat pagelaran Bu Nyai Nusantara. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar ‘Bu Nyai Bersholawat’ dalam serangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan tersebut dipusatkan di kediaman RKH Karror Abdullah Schal, Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, Senin (28/02/2022).


Kegiatan ini diikuti oleh Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Putri, serta 99 Majelis Perempuan yang mengikuti secara virtual.


Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jatim, Hj Masruroh Wahid, didampingi oleh Ketua PW Fatayat NU Jatim Dewi Winarti, Ketua PW IPPNU Jatim, Puput Kurniawati, dan Ketua Bu Nyai Nusantara, Hj Maslahatul Ammah Sholeh, menyampaikan maklumat sekaligus ikrar Bu Nyai Nusantara.


"Maklumat ini, mewakili para Ibu Nyai, pengasuh pondok pesantren, guru ngaji, tokoh masyarakat dan agama, serta aktivis perempuan NU," tegas Nyai Masruroh.


Ada lima maklumat yang dideklarasikan para Bu Nyai Nusantara tersebut. Pertama, Bu Nyai, pengasuh pondok pesantren, guru ngaji, tokoh masyarakat dan agama serta aktivis perempuan NU berikrar untuk berpegang teguh pada akidah, ajaran, nilai dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta senantiasa dan tunduk pada keputusan Nahdlatul Ulama.


“Kedua, berkomitmen untuk senantiasa mencetak kader-kader Nahdlatul Ulama yang berjiwa agamis dan nasionalis,” ungkapnya.


Ketiga, senantiasa menjaga dan meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat, bersedia menyatukan langkah dan tekad, bergerak bersama, satu komando dan satu barisan dalam meneguhkan Madura sebagai bumi Nahdlatul Ulama untuk membangun peradaban.


“Lima, bersedia berperan aktif dan siap lahir batin, pantang menyerah dan pantang putus asa serta akan berdiri di garda terdepan dalam membesarkan dan mengembalikan kejayaan Nahdlatul Ulama, khususnya di Madura," kata Nyai Masruroh.


Pihaknya berharap, maklumat tersebut bisa meningkatkan semangat pengabdian terhadap NU, khususnya bagi perempuan di Madura.


"Maklumat ini kami harap bisa menggugah semangat agar lebih luar biasa lagi bagi perempuan NU di Pulau Garam Madura," tandasnya.


Madura Terbaru