• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus Jelaskan Keistimewaan Shalawat

Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus Jelaskan Keistimewaan Shalawat
Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus, Pendakwah sekaligus Wakil Ketua PCNU Kota Depok. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus, Pendakwah sekaligus Wakil Ketua PCNU Kota Depok. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus, Pendakwah sekaligus Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok mengatakan, Rasulullah pernah bertemu salah satu malaikat ketika perjalanannya ke Sidratul Muntaha. Malaikat tersebut mempunyai jari jemari yang terhitung miliaran.


“Ketika ditanya, apa tugasmu malaikat? Malaikat menjawab menghitung segala nikmat yang Allah turunkan. Termasuk air hujan yang turun di Bangkalan, di Indonesia, di Asia, turun di Arab, dan semuanya. Di detik itu berhenti, di detik itu saya tahu berapa jumlah tetes yang Allah turunkan ke muka bumi,” jelasnya.

 

Penegasan tersebut ia sampaikan dalam acara Majelis Dzikir dan Shalawat dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Ahad (27/02/2022 ).


Habib Ahmad menjelaskan, ketika Nabi bertanya adakah yang tidak bisa Malaikat tersebut hitung? Malaikat tersebut menjawab ada, yakni tidak mampu menghitung jumlah rahmat yang Allah turunkan kepada hamba yang bershalawat kepadamu wahai Rasulullah.


“Jawaban tersebut menjadi bukti banyaknya rahmat yang Allah turunkan kepada orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad,” ungkapnya.

 

Ia juga menceritakan keistimewaan shalawat ketika Nabi Adam diusir oleh Allah dari surga. Ratusan tahun Nabi Adam taubat dan bersujud kepada Allah, namun tak kunjung diterima. Kemudian Nabi Adam ingat satu nama yang ada di atas Arsy Allah, yakni kekasih Allah Nabi Muhammad SAW.


“Sejarah mencatat, ratusan tahun Nabi Adam bertaubat tidak diterima, baru 20 kali Nabi Adam menyebut nama kekasih Allah yang namanya ada di Asry, langsung Allah terima. Dan Allah pun bertanya, bagaimana engkau bisa menyebut nama tersebut wahai Adam? Nabi Adam menjawab, aku pernah melihatnya tertulis di atas Arsy-Mu Ya Allah,” kata Habib Ahmad.

 

Keistimewaan shalawat lainnya dijelaskan oleh Habib Ahmad, bahwa ketika Nabi Musa diperintahkan oleh Allah memukulkan tongkatnya di lautan, pertama dipukulkan lautan tidak terbelah. Namun, ketika Nabi Musa ingat kekasih Allah, maka lautan tersebut terbelah.
 


“Meski Allah perintahkan memukulkan tongkat Nabi Musa ke lautan, lautan tidak langsung terbelah, tidak terjadi apa-apa. Baru kemudian Nabi Musa ingat, oh tidak bisa, tidak ada jalan keluar sebelum menyebutkan nama kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Begitu Nabi Musa yang kedua kali bershalawat dan dipukulkan tongkatnya, maka lautan tersebut terbelah menjadi dua,” pungkasnya.


Madura Terbaru