• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Madura

Dikenal Ikhlas Mengabdi, Kiai Shalehuddin Wakil Ketua NU Sumenep Wafat

Dikenal Ikhlas Mengabdi, Kiai Shalehuddin Wakil Ketua NU Sumenep Wafat
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Moh Shalehuddin wafat. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Moh Shalehuddin wafat. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Moh Shalehuddin wafat di kediamannya, Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Ahad (22/5/2022).


Kabar duka ini mengagetkan warga Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep. Pasalnya, ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, dermawan dan juga ikhlas dalam mengabdi kepada jamiyah.


"Kiai Salehuddin merupakan pribadi yang sederhana dan dermawan. Selalu terlihat nyabis kepada kiai sepuh dengan rutin. Bahkan, bila ada teman yang kesulitan beliau ikhlas memberi tanpa pamrih. Apa yang baik untuk organisasi NU dan bisa dilakukan tidak didiskusikan, tapi langsung dilakukan," kata Ach Subairi Karim, Wakil Ketua PCNU Sumenep.


Selain itu, lanjutnya, Kiai Shaleh selalu hadir ke rapat-rapat, termasuk mendampingi penguatan ranting yang menjadi tugasnya. Beberapa kali ia selalu bertanya lokasi konsolidasi ranting dilaksanakan. Jika memungkinkan, dirinya pun hadir.


"Beliau pernah datang ke jadwal Haul Muassis NU di salah satu MWCNU, ternyata salah jadwal. Acaranya sudah berlalu, tapi beliau kembali pulang tanpa keluh kesah," imbuhnya.


Di sela aktivitasnya sebagai kepala Sekolah SMAN Batuan Sumenep, ia juga aktif membentengi generasi muda NU dalam menangkal paham sesat, intoleran, dan radikalisme dalam beragama. Hal itu terlihat dalam beberapa isi sambutannya dari satu mimbar ke mimbar lainnya.


"Beliau juga selalu mengambil peran penerima tamu di setiap acara NU, sangat memperhatikan tamu. Dia selalu mengantarkan sendiri makanan ringan ke meja tamu," ujarnya.


Menurut Subairi, almarhum juga pernah memberikan jas NU tanpa rencana. "Saat saya pakai jas NU hijau, beliau tiba-tiba minta dibikinkan 6 jas NU dengan sejumlah ukuran. Saya tanya untuk siapa? Almarhum bilang nanti saja. Ternyata beliau berikan untuk beberapa pengurus NU secara cuma-cuma," ungkapnya.


Dirinya pun berharap, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan dosa-dosanya diampuni. Amin,” pungkasnya.


Madura Terbaru