• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Madura

4 Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

4 Golongan Manusia yang Dirindukan Surga
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Abdul Wasid. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Abdul Wasid. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Abdul Wasid mengatakan, bahwa ada 4 golongan yang dirindukan surga. Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan mauidhah hasanah dalam Gempita Ramadhan sekaligus Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Ahad (24/04/2022) malam.


Disebutkan, bahwa golongan pertama yang dirindukan surga adalah seseorang yang Taalil Qur'an atau orang yang istiqamah membaca Al-Qur'an. Menurutnya, salah satu ciri orang yang mencintai sesuatu ialah orang yang sering menyebut namanya.


“Jika seseorang mencintai Nabi, maka nama Muhammad akan selalu disebut. Dan, jika ia mencintai Al-Qur'an, maka cara menunjukkan rasanya cintanya adalah dengan membacanya," ujarnya.


Ia menambahkan, bahwa pahala seseorang yang membaca Al-Qur’an itu tidak dihitung per hari atau pun per kalimat yang dibaca. Akan tetapi hitungan pahala bagi seseorang yang membaca Al-Qur’an ialah per huruf.


Hal tersebut selaras dengan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa seseorang yang membaca Al-Qur'an maka ganjaran atau pahala dihitung setiap satu huruf satu pahala, sementara setiap satu pahala dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat.


"Makanya, orang yang khatam Al-Qur'an itu didoakan 60 ribu Malaikat, dan doa setiap Malaikat akan diijabah oleh allah SWT," ujar Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim itu.


Kedua, ialah Hafidil Lisan atau orang yang menjaga lisan. Menurut Kiai Wasid, menjaga lisan adalah perkara yang sulit bagi manusia, apalagi bagi mereka yang senang berghibah. Hal tersebut karena saat berghibah setan sama halnya menuangkan madu di bibir setiap orang yang ghibah.


"Padahal, Nabi Muhammad SAW juga telah bersabda, bahwa selamatnya seseorang tergantung lisannya. Makanya, ghibah dilarang," terang pria yang saat ini diamanahi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sumenep ini.


Ketiga adalah Mu'idil Ji'an atau orang yang suka memberi makan orang-orang yang kelaparan. Oleh karenanya, ia menganjurkan setiap orang untuk bersedekah, berapapun banyaknya.


Mantan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep itu menyebutkan, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang paling cocok untuk memperbanyak sedekah. Karena sedekah yang paling banyak pahalanya adalah bersedekah di bulan suci Ramadhan.


"Sesuai sabda Nabi, sedekah yang paling utama adalah bersedekah pada bulan suci Ramadhan. Misal sedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Itu bagus dilakukan karena pahalanya sama dengan orang yang berpuasa," ucapnya.


Keempat, ialah Asshaumi Fi Sahri Ramadhan atau orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Menurutnya, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan termasuk bagian dari golongan yang dirindukan surga.


“Tentu, puasa yang dimaksud adalah puasa dhahir dan batin. Fisik tidak makan, tidak minum dan berhubungan, serta diikuti oleh batin berpuasa,” pungkasnya.


Madura Terbaru