• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 5 Februari 2023

Madura

Puasa Media Olah Batin, Begini Penjelasan Rais NU Sumenep

Puasa Media Olah Batin, Begini Penjelasan Rais NU Sumenep
Rais NU Sumenep, Kiai Hafidzi, di acara Nuzulul Qur'an. (Foto: NOJ/Firdausi)
Rais NU Sumenep, Kiai Hafidzi, di acara Nuzulul Qur'an. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH Hafidzi Syarbini, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Madura, mengatakan, bahwa puasa bukan sekadar latihan kesehatan fisik, tetapi melatih seseorang sehat secara batin.


Pernyataan tersebut dikatakan Kiai Hafidzi di acara Khatmil Qur'an dan peringatan Nuzulul Qur'an serta silaturahim Bupati Sumenep bersama pengurus NU se-Sumenep di Pendopo Keraton Sumenep, Jumat (22/04/2022).


"Puasa bukan latihan menahan lapar dan dahaga, tetapi kita latihan ketika seseorang dilaporkan oleh Allah. Siapakah yang punya makanan dan air? Hanya Allah yang punya. Saat kita puasa, seseorang harus ingat pada Allah yang menyediakan rahmat," ajaknya.


Menurutnya, buka bersama merupakan nikmat dan rahmat Allah. Bukan dijadikan senang-senangan, tetapi dijadikan obat yang membekas dalam hati.


"Jika pengurus NU mencapai keberhasilan, jangan senang. Perintah Allah adalah bersyukur kepada-Nya. 13 tahun Rasulullah hidup di Madinah mendapat banyak tantangan dari bangsa Quraisy, namun nabi tetap mensyukuri segenap rahmat-Nya," pintanya.


Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar tidak senang atas raihan prestasinya, tetapi mensyukuri.


"Jangan berlebihan, tetapi mensyukuri keberhasilannya. Minimal mengucapkan Alhamdulillah, karena nikmat itu datang dari Allah. Selanjutnya mengimplementasikan nikmat itu dengan apa yang diperintahkan-Nya," imbau Kiai Hafidzi.


Jika jalan ulama dan umara berjalan seimbang, lanjutnya, maka menghasilkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat, minal faizin, dapat barakah yang besar, baik di dunia dan akhirat.


"Fauzi adalah keberhasilan, jikalau tidak berhasil, bukan keberhasilan. NU bukan teman biasa, tetapi teman luar biasa. Kalau ikut NU pasti senang dan berhasil. Semoga bapak Fauzi berhasil di dunia dan akhirat," tuturnya.


Kiai Hafidzi mengutarakan, kebersamaan ulama dan umara di bangsa ini akan mempertahankan Islam ala thariqati Ahlussunnah wal Jamaah.


"Kami senang dengan kebersamaan ini, karena petunjuk Allah selalu ada dan menjadi solusi guna mengarahkan masyarakat ke jalan yang lebih sempurna," tandasnya.


Madura Terbaru