• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Pemerintahan

Nuzulul Qur'an, Bupati Ponorogo Ingatkan Layanan Masyarakat

Nuzulul Qur'an, Bupati Ponorogo Ingatkan Layanan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri Bupati Sancoko saat sambutan pada peringatan Nuzulul Qur'an. (Foto: NOJ/Zen M) 
Bupati Ponorogo Sugiri Bupati Sancoko saat sambutan pada peringatan Nuzulul Qur'an. (Foto: NOJ/Zen M) 

Ponorogo, NU Online Jatim

Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengadakan ngaji bersama Kiai Haji Imam Hambali. Acara dipusatkan di Pendopo Agung, Kamis (21/04/2022). Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD, Sunarto, Sekretaris Daerah, Agus Pramono, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh kepala dinas dan instansi terkait di bumi Reog. 


Peringatan Nuzulul Qur'an di Pendopo Agung Pemkab, diawali dengan hiburan dari dari musik kontemporer Nada Utama 99 Nahdlatul Ulama. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sambutan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. 


Dalam sambutannya, Kang Bupati Sugiri mengatakan Allah SWT menurunkan Al-Qur'an tentu tidak hanya untuk orang Arab. Melainkan untuk seluruh umat manusia. 


"Agar ini menjadi pedoman hidup dan menjadi tuntutan. Tentu out put pertamanya adalah dengan adanya kesalehan spiritual. Yang kedua tidak kalah penting adalah kesalehan sosial," katanya. 


Untuk kesalehan sosial, Kang Giri berpesan kepada seluruh personel di jajaran dinas yang ada agar mampu mengabdi kepada masyarakat. Juga patuh dan taat kepada undang-undang dan peraturan yang ada. Hal tersebut dalam rangka menuju Ponorogo yang jauh lebih baik. Dan pelan-pelan bisa melayani masyarakat dengan ikhlas. 


"Itu output yang tentu Allah kehendaki, menurunkan Al-Qur'an kepada kita di muka bumi," ujarnya. 


Sementara itu, KH Imam Hambali berpesan kepada bupati dan undangan yang hadir termasuk masyarakat Ponorogo agar menjauhkan diri dari berprasangka buruk atau suuddzan. Karena hal itu sangat mengandung dosa. 


"Orang suudzan itu ngrepotno. Orang gampang suudzan itu nggarai ruwet. orang yang gampang suudzan selalu melihat kesalahan orang lain," tegas Pengasuh Pondok pesantren Al-Jihad Surabaya itu. 


Editor:

Pemerintahan Terbaru