• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Madura

Habib Abdul Qodir Ulas Pendidikan Anak ala Kota Yaman

Habib Abdul Qodir Ulas Pendidikan Anak ala Kota Yaman
Penceramah asal Kraksaan, Probolinggo Al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Penceramah asal Kraksaan, Probolinggo Al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Penceramah asal Kraksaan, Probolinggo Al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud mengatakan, salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah menyekolahkan ke pondok pesantren ataupun madrasah.


“Karena pemberian yang paling mulia pada anak adalah pendidikan yang baik,” ujarnya saat mengisi pengajian umun dalam rangka Haflatul Imtihan Madrasah Nurul Anwar dan Hari Jadi Pondok Pesantren Al-Muqri Assalafi lil Banin, Prenduan, Pragaan, Sumenep. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman pondok pesantren setempat, Rabu (25/05/2022).


Habib Abdul Qodir juga menjelaskan, hal penting yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya sebagaimana yang dilakukan warga Tarim di Yaman.


"Pertama, jika anak bisa berbicara, mohon diajari cara berbicara yang baik. Seperti mengajarkan mengucap lafadz Allah. Kemudian, latih anak mengucapkan Rodhitu billahi rabba, wa bil-islami dina, wa bi Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama nabiyyan wa rasula. Kalau perlu kenalkan dengan nasab Nabi," ungkapnya.


Kedua, ajari anak agar menghormati orang tua, kerabat, dan guru. Misalnya, mencium tangan, memanggil orang yang lebih tua sesuai dengan kedudukan dalam keluarganya, dan berbicara dengan lemah lembut.


"Ketiga, ajari anak sejak dini disiplin soal waktu, seperti waktu shalat, belajar, pergi ke sekolah, istirahat, bermain dan lainnya," terangnya.


Keempat, adalah menjauhkan anak dari keramaian. Kelima, menjauhkan anak dari teman yang jelek akhlaknya dan ucapan yang kurang baik.


"Keenam, bagi orang tua yang memiliki anak perempuan, jangan izinkan anak perempuan keluar rumah kecuali ada hajat. Bahkan, kalaupun ada hajat terus dampingi anak perempuannya," harapnya.


Ketujuh, yaitu mengajari anak hidup irit, seperti belanja, mematikan kran kamar mandi, listrik, dan semacamnya. Sedang yang kedelapan, memberi tugas khusus pada anak saat berada di rumah.


"Jadi, saat anak berada di rumah, beri pekerjaan khusus, seperti mencuci piring, pakaian, menyapu, membersihkan tempat tidur, dan lainnya. Hal ini penting, karena akan membangun kemandirian anak sejak dini," tandasnya.


Madura Terbaru