• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Madura

HSN dan Sumpah Pemuda, Lesbumi NU Jatim Gelar Konser Seni Budaya

HSN dan Sumpah Pemuda, Lesbumi NU Jatim Gelar Konser Seni Budaya
Poster Konser Seni Budaya oleh Lesbumi NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/Panitia)
Poster Konser Seni Budaya oleh Lesbumi NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/Panitia)

Bangkalan, NU Online Jatim

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mencoba memaknai Hari Santri 2021 dengan menggelar Konser Seni Budaya, yang digelar baik luring maupun daring dan disiarkan langsung dari Sanggar Seni melalui NU9 Channel, Kamis (28/10), mulai pukul 18.30 WIB. Acara itu sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

 

Berpusat di Sanggar Seni PC Lesbumi NU Bangkalan, ekspresi seni kaum Nahdliyin yang merupakan Kolaborasi PerformancePC Lesbumi NU se-Jawa Timur. Beraneka ekspresi seni yang terpelihara di tengah masyarakat Nahdliyin, mulai dari Hadrah Banjari Situbondoan, Ludrukan Santri Mbethik, pembacaan puisi, Kun Ata versi gamelan, Akustik Syi'ir Jawa, Seni Daol Combo, Shalawat Bantal dan Syi'ir Gebluk, tak lupa juga Penca Calon Lanjeng, Hadrah Jidor, dan Shamanan Bangkalan.

 

Khusus dari Lesbumi Jawa Timur, menghadirkan grup musik ‘Nasar Lan Kancane’ dimotori Habib Nasar Batati. Hadir memberi sambutan pada perhelatan para pekerja seni Kaum Santri ini, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, yang telah mempersiapkan pesan-pesan khusus bagi para seniman Nahdliyin. 

 

Selain itu, Ketua PCNU Bangkalan KH Makki Nasir dan Bupati setempat, R. Abdul Latif Amin Imron, turut hadir menyambut serangkaian ekspresi seni dalam merayakan Hari Santri dan Sumpah Pemuda ini.

 

Ki Nonot Sukrasmono, Ketua PW Lesbumi NU Jatim, mengatakan bahwa khazanah seni di tengah masyarakat Muslim di Jawa Timur terlihat jelas dari ekspresi kaum santri. Tetap berpijak pada nilai tradisi masyarakat, namun dijiwai oleh nafas Islam yang khas di Nusantara.

 

"Kami mencoba untuk menghadirkan khazanah kesenian kaum santri. Ini akan memperkaya identitas budaya masyarakat Indonesia. Budaya kaum santri dan warga Nahdliyin tetap terpelihara hingga era peradaban digitigal saat ini," katanya.

 

Pada acara ini, Lesbumi PCNU Sumenp menyajikan Musik Kontermporer berjudul Denyut Shalawat.  Berpijak dari gagasan, dalam gelap, ketika telinga hanya mungkin mendengar. bunyi adalah detak semesta yg paling jujur. Sementara Lesbumi NU Pamekasan menghadirkan Pembacaan Puisi, bersama penyair Royyan Julian.

 

Adapun Lesbumi NU Sampang menampilkan musik Daol Combo, didukung kurang lebih 10 orang pemain dengan alat musik tradisional ditambah pianika dan vokalis, yang dimotori Haji Daiman. Lesbumi Bangkalan selaku tuan rumah menampilkan Tandheng Sandor, khas seni pertunjukan yang sedang dibangkitkan kembali di Bangkalan.

 

Sementara Lesbumi NU Pacitan bersama Sanggar Jubah atawa Rabban menghadirkan komposisi Kun Ata versi gamelan, yang dimotori Tahrirudin. Lesbumi NU Bojonegoro menampilkan akustik Syi'ir Jawa. Lalu Lesbumi NU Situbondo menampilkan Hadrah Banjari Situbondoan.

 

Adapun Lesbumi NU Bangil akan tampil dengan Syi'iran/Shalawat Gebluk. Menampilkan pembacaan syi'ir yang berisikan kitab-kitab kuning sebagai media dakwah pada masanya, didukung 10-15 personel yang dipimpin Muchamad Najib.


Madura Terbaru