• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Madura

Jasad Bisa Utuh di Dalam Kubur, Ini Kata Kiai Musleh Adnan

Jasad Bisa Utuh di Dalam Kubur, Ini Kata Kiai Musleh Adnan
KH Musleh Adnan saat menyampaikan tausiyahnya. (Foto: NOJ/ Deki)
KH Musleh Adnan saat menyampaikan tausiyahnya. (Foto: NOJ/ Deki)

Sumenep, NU Online Jatim

Penceramah kondang asal Kabupaten Pamekasan KH Musleh Adnan mengingatkan jamaah tentang hikmah kematian. Dalam beberapa peristiwa ada jasad yang utuh meskipun dikubur bertahun-tahun. Semua tergantung dari apa yang diperbuat selama masa hidupnya.

 

Hal itu disampaikan Kiai Musleh saat pengajian umum dalam rangka memperingati Haul Akbar Asta Maidha Desa Pato'an Daja Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, Jumat (03/12/2021).

 

Pengasuh Pesantren Nahdlatut Ta'limiyah itu menyampaikan bahwa dalam sejarah orang yang jasadnya utuh ada dua kemungkinan. Yang pertama, utuh karena selama hidupnya sering melakukan amal baik.

 

"Biasanya orang tersebut adalah penghafal Al-Qur'an, suka adzan di masjid, suka bershalawat kepada nabi, dan orang sahid dalam berperang di jalan Allah," ujarnya.

 

Sedangkan yang kedua, ada jasad yang utuh karena banyak melakukan amal buruk. Jasad tersebut sengaja diutuhkan oleh Allah sebagai pelajaran bagi yang masih hidup. Salah satu contohnya adalah Fir'aun yang semasa hidupnya tidak pernah bertaqwa kepada Allah SWT.

 

"Maka siapa yang tak kenal Fir'aun. Dia adalah manusia yang tidak tunduk atas perintah Allah," tuturnya.

 

Kiai Musleh melanjutkan, meski demikian bukan berarti jasad seseorang yang hancur karena amal perbuatannya buruk selama di dunia. Begitupun sebaliknya, menurut Kiai Musleh, semua atas ketentuan dari Allah SWT.

 

"Kita ambil saja contoh di pemakaman Ma'la dan Baqi. Pada saat dipindahkan tidak semua jasadnya utuh, padahal di sana banyak orang-orang shaleh," kata alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tersebut.

 

Sebagai bentuk refleksi, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan itu meminta untuk tidak berlebihan dalam merawat tubuh. Menurutnya, nikmat sehat harus selalu dimanfaatkan dalam meningkatkan ketaqwaan, bukan hanya digunakan dalam persoalan mempercantik diri.

 

"Perbanyak ibadah, manfaatkan tubuh ini dengan baik, mari hadapkan diri kita pada Allah dan Nabi," ucapnya.

 

Terakhir, Kiai Musleh menceritakan kembali kisah Nabi saat hendak dibelikan tempat tidur yang lembut oleh Sayyidina Umar bin Khattab. Dalam cerita itu, Umar prihatin karena punggung nabi sangat memar akibat tempat tidurnya yang kasar.

 

 

Tetapi, Nabi Muhammad SAW menolak dengan berkata kepada sahabat Umar bahwa hidup di dunia layaknya perjalanan yang hanya mampir untuk berteduh, dan sebentar lagi akan berangkat menuju sang pencipta.

 

"Kita belajar banyak dari nabi. Apa yang diperoleh dari Allah tujukan untuk perkara akhirat. Tapi jangan sampai meninggalkan kewajiban di dunia," pungkasnya.

 

Editor: Romza

 

 


Editor:

Madura Terbaru