• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Madura

Ketua Muslimat NU Jatim Ajak Kader Jadikan Organisasi Berdaya Saing

Ketua Muslimat NU Jatim Ajak Kader Jadikan Organisasi Berdaya Saing
Ketua PW Muslimat NU Jatim, Nyai Hj Masruroh Wahid. (Foto: Tangkapan Layar Youtube @TVNU Sumenep)
Ketua PW Muslimat NU Jatim, Nyai Hj Masruroh Wahid. (Foto: Tangkapan Layar Youtube @TVNU Sumenep)

Sumenep, NU Online Jatim
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jatim, Nyai Hj Masruroh Wahid mengajak kader agar menjadikan Muslimat NU sebagai organisasi yang siap tanding dan bersaing di kancah global. Pernyataan ini disampaikan saat Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Sumenep di gedung Korpri Sumenep, Rabu (29/06/2022).


“Langkah pertama, sebagai pengurus harus membangun kapasitasnya, yakni dengan adanya transformasi keilmuan yang jelas. Karena suatu saat nanti kader harus siap terpanggil menjadi pemimpin, daiyah, sukarelawan, dan sebagainya,” ujarnya.


Kedua, meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) di semua lini. Yaitu, pengurus harus mengkader agar pelaku UMKM, koperasi, dan sejenisnya mendapat latihan. “Bagaimanapun kalangan ibu-ibu yang ada di akar rumput harus diperhatikan dalam hal ini,” katanya.


Ketiga, membangun komitmen terhadap organisasi. Sekali menjadi kader Muslimat NU, tetap taat pada tujuan, visi-misi organisasi dan tidak berpaling pada yang lainnya. Keempat, tersedianya fasilitas organisasi yang memadai di seluruh tingkatan.


“Kelima, adanya manajemen kepemimpinan yang baik dan dilandasi dengan keikhlasan agar mendapat ridha Allah,” terangnya.


Keenam, diperlukan pemimpin yang baik di bidang intelektual, emosional dan spiritual. Sedangkan yang terakhir, dibutuhkan pemimpin yang memiliki intuisi dan komunikasi yang tinggi pada masyarakat.


“Jangan salah pilih pemimpin. Karena seorang pemimpin harus tajam pemikiran dan hatinya, sehingga bisa membaca situasi di sekitarnya. Inilah yang dikatakan ketajaman intuisi. Hal terpenting lagi, seorang pemimpin bisa berkomunikasi dengan siapapun sepanjang berkaitan dengan umat,” pintanya.


Selain itu, Nyai Masruroh mengapresiasi kader Muslimat NU Sumenep, khususnya pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) yang berasal dari kepulauan.


“Karena mereka rela mengarungi ombak dan badai dari saking cintanya pada NU, Muslimat NU, dan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegasnya.


Diketahui, Konfercab yang mengusung tema ‘Kemandirian Muslimat NU untuk Kesejahteraan Umat’ ini diikuti 310 perwakilan PAC dan PR Muslimat NU se-Sumenep. Kegiatan tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal youtube TVNU Sumenep.


Madura Terbaru