• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Madura

Ketua NU Sumenep: Ghirah Kader Gerakkan Program Ijtimaiyah secara Mandiri

Ketua NU Sumenep: Ghirah Kader Gerakkan Program Ijtimaiyah secara Mandiri
KH A Pandji Taufiq beri sambutan. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH A Pandji Taufiq beri sambutan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Ghirah ke-NU-an masyarakat sangat luar biasa. Hampir seluruh warga NU di Sumenep menggalakkan kegiatan sosial kemasyarakatan secara mandiri, seperti pelayanan kesehatan gratis, sunatan massal, mendirikan lembaga pendidikan, bedah rumah, hingga memperbaiki jalan serta perbaikan jembatan penghubung desa.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh KH A Pandji Taufiq, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di acara Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep dengan tajuk ‘Kemandirian Muslimat NU untuk Kesejahteraan Umat’, Rabu (29/06/2022) di gedung Korpri Sumenep.

 

“Contoh di Kecamatan Pragaan, ada perlintasan antara dua pesantren di Desa Jaddung dan Pakamban Laok saling menghubungkan akses santri dan masyarakat. Rusaknya penghubung tersebut, warga NU struktur dan kultur bersinergi memperbaiki jembatan penghubung desa yang jaraknya kurang lebih 40-50 meter itu secara mandiri,” ujarnya saat memberi sambutan.

 

Dirinya mengajak kepada seluruh pengurus NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk mengusung program yang sangat stretgis dan lebih konkrit guna menyambut 1 abad NU. Pihaknya tidak menginginkan di tingkat kebupaten saja, melainkan digelorakan di berbagai kampung.

 

“Kami bersama pengurus berupaya melakukan beberapa rintisan dengan menggagas kampung NU sebagai langkah awal dan uji coba. Oleh karenanya, kami memohon izin kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk diberkan jalan dan dukungan dalam mendekatkan diri pada lima kecamatan yang tergolong desa ekstrem kemiskinan,” pinta Kiai Pandji.

 

Dengan uji coba itu, lanjutnya, pihaknya akan menggagas lumbung kampung dan mengenalkan gotong royong untuk kehidupan bersama. Berangkat dari niatan ini, dirinya mengajak kerjasamanya kepada Muslimat NU yang ada di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) untuk mensukeskan program ini.

 

“Baju kita adalah satu. Baju kita adalah NU. tidak ada baju PCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor dan sebagainya. Yang ada di tengah-tengah masyarakat adalah baju besar Nahdlatul Ulama. Ini harapan kami kepada seluruh Banom agar NU benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat dan dapat menghadapi problem sosial masyarakat,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

 

Menurut kacamatanya, Konfercab saat ini sangat tepat dan strategis. Maksudnya, tepat karena Ketua PC Muslimat NU seorang Wakil Bupati Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah yang bisa bebuat banyak untuk kemaslahatan umat. Juga tepat karena Gubernur Jawa Timur adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU.

 

“Stretagis, karena dalam menyambung 1 abad NU, Muslimat NU harus berkiprah guna melahirkan pemikiran dan program yang bisa memajukan anak bangsa, baik di sektor agama, pendidikan, ekonomi, hukum, dan sebagainya,” pungkasnya.


Madura Terbaru