• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Madura

Ketua NU Sumenep: Ranting Perekat Ukhwah Agama dan Sosial Masyarakat

Ketua NU Sumenep: Ranting Perekat Ukhwah Agama dan Sosial Masyarakat
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq (pegang mic). (Foto: NOJ/Moch. Khoirus Shadiqin)
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq (pegang mic). (Foto: NOJ/Moch. Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq menyampaikan peran penting ranting NU. Menurutnya, ranting merupakan sarana perekat ukhwah agama dan sosial kemasyarakatan.


Hal itu ia sampaikan pada acara silaturahmi dan konsolidasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan seluruh elemen NU setempat. Acara dipusatkan di Mushola Babut Taubah Ranting NU Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Ahad (05/06/2022).


"Saya merasakan hal yang luar biasa di tengah-tengah silaturahmi ini. Silaturahmi ini dapat memperkuat ukhwah kita," ucapnya.


Dirinya menerangkan, di masyarakat pedesaan begitu kental dengan adat istiadat dan beragam fenomena sosial. Maka tidak heran jika fokus penguatan NU di Sumenep dititikberatkan pada penguatan ranting.


"Kalau di pedesaan ada selamatan, sunatan, atau hajat-hajat lainnya mesti ke masjid atau mushola. Masjid begitu kental dengan fenomena agama maupun sosial. Keberadaan ranting begitu dekat dengan fenomena itu," terangnya.


Lebih lanjut, alumni Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menjelaskan, tugas NU diantara memperkuat keagamaan harus mampu memelihara agar NU tetap mengalir ke berbagai penjuru dimana warga NU berada.


“Salah satunya dengan cara turun ke ranting. Ranting dapat dijadikan sarana silaturahmi antara berbagai elemen masyarakat. Bahkan silaturahim NU itu beda dengan orang yang diluar NU. Setiap ada perkumpulan ranting biasanya di dahului dengan sholat ghaib," tandasnya.


Kiai Pandji bercerita bahwa setibanya di acara tersebut, ia menanyakan kiat awet muda ke Kiai Marsuk yang merupakan tokoh sepuh NU Desa Dapenda. Menurut Kiai Marsuk cara awet muda cukup sering bersilaturahmi dan tahlilan.


"Saya diberi ijazah bagaimana kiat-kiat agar tetap awet muda, ternyata kuncinya suka bersilaturahmi dan bertahlil," pungkasnya.


Madura Terbaru