• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Madura

Ketua NU Sumenep Dorong Lembaga Pendidikan Dirikan PK IPNU-IPPNU

Ketua NU Sumenep Dorong Lembaga Pendidikan Dirikan PK IPNU-IPPNU
Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq mendorong lembaga pendidikan di Sumenep untuk segera membentuk Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Menurutnya, Sumenep sebagai kabupaten yang memiliki basis pesantren harus menyiapkan generasi-generasi Nahdlatul Ulama yang gemilang di masa yang akan datang.


Penegasan itu disampaikan saat Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Islam, Bluto, Sumenep, Ahad (13/03/2022).


"Forum ini merupakan berkumpulnya kader NU di masa yang akan datang. Baiknya kader IPNU sekarang ini adalah baiknya NU di masa yang akan datang. Jika IPNU sekarang kurang baik, bisa dibayangkan bagaimana NU di masa mendatang," kata Kiai Pandji.


Kiai Pandji berharap, ke depan IPNU-IPPNU di Sumenep harus dimasifkan proses kaderisasinya. Hal tersebut karena dari sekian ribu pesantren di Sumenep, hanya segelintir pesantren atau lembaga pendidikan yang terbentuk Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) atau pun PK IPNU-IPPNU.


"Tidak usah melabelkan diri bahwa lembaganya paling Aswaja. Tetapi bisa diamati IPNU-IPPNU hidup dengan baik atau tidak. Itu cukup dijadikan sebuah tanda atau tolak ukur," tegasnya.


Untuk itu, ia mengajak seluruh pengurus NU, baik di tingkat Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), Pengurus Ranting (PR), dan lembaga yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah untuk berlomba-lomba membentuk pimpinan IPNU-IPPNU di masing-masing lingkungannya.


Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep ini, memulai pengkaderan di tingkat IPNU-IPPNU sama halnya dengan menyiapkan generasi penerus dalam memperjuangkan NKRI dan NU.


"Mari ajak dan berlomba-lomba masuk di IPNU atau IPPNU. Dengan itu, berarti kita memulai menjaga persatuan Republik Indonesia ini. Karena IPNU-IPPNU adalah kader yang akan meneruskan perjuangan dalam mempertahankan Islam Aswaja di Indonesia," ujarnya.


Ketua PCNU Sumenep tiga periode itu pun meminta, agar proses Konfercab IPNU mengedepankan musyawarah. Menurut Kiai Pandji, musyawarah adalah tradisi NU yang harus terus dijaga. Ia mengatakan bahwa di NU jabatan bukan sebuah kesenangan, akan tetapi amanah yang kelak akan dimintai tanggung jawabnya.
 


"Saya sebagai orang tua, mengikuti betul perkembangan Konfercab ini. Saya harap, ke depankan musyawarah, Kalau missal calonnya ada dua, upayakan satu jadi ketua, satunya jadi sekretaris. Misal ada tiga, maka satunya lagi jadi bendahara," pungkasnya.


Madura Terbaru