• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Madura

NOJers, Ini Dia Syiir Jomblowers Karangan Wakil Rais NU Sumenep

NOJers, Ini Dia Syiir Jomblowers Karangan Wakil Rais NU Sumenep
KH M Zainur Rahman Hammam Ali, Wakil Rais PCNU Sumenep, karang Syiir Jomblowers. (Foto: NOJ/ Firdausi)
KH M Zainur Rahman Hammam Ali, Wakil Rais PCNU Sumenep, karang Syiir Jomblowers. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH M Zainur Rahman Hammam Ali, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep dikenal sosok kiai yang mahir di bidang tata bahasa, khususnya di bidang sastra Arab. Terbukti, tahun lalu membuat syiir untuk Muktamar ke-34 NU dan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU. Kali ini, ia menggubah syiir yang bisa dinadzamkan dengan judul ‘Jomblo’ atau Syiir Jomblowers.


Menurutnya, Syiir Jomblowers tersebut dibuat secara spontan pada bulan Maret 2019 lalu. Awalnya bercanda dengan beberapa kiai dan lora muda (Gus) seraya saling lempar syiir berbahasa Arab yang temanya bermacam-macam.


“Ketika sampai pada bab nikah, kami teringat beberapa kawan yang masih membujang. Maka, muncullah ide membuat syiir tentang mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Rabu (09/03/2022).


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Karang Kapoh Prenduan, Sumenep itu pun menjelaskan Syiir Jomblowers yang ia buat itu. Judulnya jomblo, berisi arti dari tiap huruf kata "جمبلو" dalam tulisan Arab serta doa untuk orang-orang yang sudah sampai usia menikah namun masih membujang.


“Ini membuktikan bahwa kami bukanlah perundung kaum non jodoh sebagaimana dituduhkan sebagian jomblo. Tapi sekedar menyemangati dan mendoakan mereka agar segera keluar dari zona tak nikmat itu,” ujarnya sambal terkekeh.


Dirinya mengutarakan, dalam Syiir Jomblowers tersebut huruf wāwu memang sengaja tak disertakan, karena keberadaannya nyaris serupa dengan ketiadaannya. “Jadi, ia ibarat perlambang bagi halusinasi yang biasa menghinggapi mereka yang belum menikah,” imbuhnya.


Pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut menegaskan, bahwa dirinya benar-benar hobi menulis syiir guna mengembangkan ilmunya di bidang tata bahasa.


“Salah satu sebabnya, syiir yang kami buat mengingatkan pada masa-masa ketika mengaji ilmu nahwu. Kaidah-kaidah nahwu dan contoh pengaplikasiannya banyak dituangkan dalam bentuk syiir dan nadzam,” ungkap Kiai Zainur.


Tak hanya itu, selama membuat syiir, terkadang menghadapi kendala, khususnya saat mencari kata yang pas untuk diselaraskan dengan wazan syair yang dibuat, seraya tetap menjaga unsur seni dan estetikanya.


“Makanya, kami sampai sekarang belum benar-benar merasa puas dengan beberapa karya, walaupun dari segi wazan sudah bisa dibilang aman, tapi nilai puitisnya masih sangat perlu penyempurnaan,” terangnya.


Adapun teks dan terjemah Syi’ir Jomblowers tersebut sebagai berikut:

جمبلو  "


فَاْلجِيْمُ جَاءٍ مُفْرَدًا مُرْتَكِدَا • رَجَاءُنَا لَمْ يَسْتَمِرَّ جَامِدَا

Jīm berarti ia yang  sendiri dalam sunyi - harapan kita, semoga ia tak tetap membeku seperti ini.


وَاْلمِيْمُ مَاسِحُ حَزِيْنِ الصَّدْرِ • فَلْيَنْتَقِلْ مِنْهُ إلَى السُّرُوْرِ

Mīm berarti ia yang mengusap dada nan nelangsa - hendaknya ia segera beralih pada bahagia.


وَالبَاءُ بَارِزٌ مَعَ انْفِصَالِ • نَرْجُوْ لَهُ اْلفَرَجَ بِاتِّصَالِ

Bā' berarti ia yang nyata raganya tanpa sandingan - kita berharap ia segera menemukan jawaban untuk meraih pasangan.


واللَّامُ لَابِسُ اْلبُرُوْدَةِ فَلَا • يَمْكُثْ هُنَا لِلدِّيْنِ كَيْ يُكَمِّلَ

Lām berarti ia yang berselimutkan dingin - semoga ia tak tetap begini tapi segera menyempurnakan agamanya (dengan menikah).


Madura Terbaru