• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Madura

Panitia Harlah NU di Sumenep Serahkan Puluhan Juta Sumbangan Warga

Panitia Harlah NU di Sumenep Serahkan Puluhan Juta Sumbangan Warga
Penyerahan sumbangan dari Nahdliyin kepada pengurus MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: Firdausi)
Penyerahan sumbangan dari Nahdliyin kepada pengurus MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 
Bulan lalu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep telah mengakhiri rentetan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dengan lomba tumpeng, Mapak Habib dan Kiai serta ceramah ke-NU-an yang diisi oleh Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud. 
 

Untuk membubarkan kepanitiaan, Moh Shaleh selaku ketua panitia menyerahkan sisa perolehan dana infaq kepada Wakil Bendahara MWCNU Pragaan. Sedangkan Sekretaris, Ahmad Qusyairi menyerahkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang sudah disampul rapi kepada Ketua MWCNU, Jum'at (04/03/2022).
 

KH A Junaidi Mu'arif, Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan, total pendapatan uang infaq tahlil Rp38.011.500. Pengeluaran Rp27.865.100. Total saldo saat ini Rp10.146.400.
 

"Dana kegiatan Harlah NU bulan lalu didapatkan dari uang infaq tahlil warga NU yang digerakkan oleh seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Pragaan. Perolehan terbanyak dari Ranting NU Pragaan Daya 1 yang digerakkan oleh Rais dan Ketua ranting dari dusun ke dusun," terangnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim
 

Ia menegaskan, kegiatan kemarin murni dari warga NU. Karena setiap masuk bulan Rajab, panitia melalui ranting NU, masuk ke desa-desa untuk mendata Nahdliyin dan Nahdliyat yang sudah wafat, kemudian ditahlili oleh jajaran kiai di hari puncak. 
 

"Alhamdulillah, niat tulus ini direspons oleh warga hingga akhirnya mereka menyisakan hartanya untuk kepentingan Harlah NU yang dihelat setiap tahun yang diisi dengan ragam perlombaan dan pelatihan," tutur Kiai Junaidi. 
 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu mengutarakan, NU tidak hanya mengurus warganya yang masih hidup, seperti bedah rumah dhuafa, sunatan massal, renovasi masjid dan mushala, serta menyantuni anak yatim dan dhuafa, dan lainnya. 
 

"NU juga mengurus warganya yang telah tiada. Lewat doa dan tahlil yang dipimpin oleh jajaran Syuriyah, para almarhumin diampuni dosanya. Allahumma amin," doanya. 
 

Dijelaskan pula, sisa saldo kegiatan Harlah, secara otomatis masuk pada kas MWCNU yang nantinya bisa digunakan pada kegiatan yang bersifat ijtimaiyah.
 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung itu sangat mengapresiasi kinerja kepanitiaan yang melibatkan seluruh lembaga, badan otonom, Ranting NU, dan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) yang melebur dalam satu wadah kepanitiaan. 
 

"Baru kali ini kepanitiaan memberikan konstribusi yang sangat besar pada pengurus. Termasuk membludaknya peserta lomba yang mencapai ribuan lebih yang didelegasikan oleh masing-masing lembaga pendidikan Islam. Jika tahun sebelumnya dilaksanakan selama 1 pekan, tahun ini dilaksanakan selama 12 hari," ungkapnya. 
 

Kiai Junaidi berharap, kepanitiaan di tahun mendatang lebih baik lagi, keberadaannya dirasakan oleh warga dan bisa mendatangkan Habib Muhammad Lutfi bin Yahya Pekalongan sebagai penceramah. 
 

"Terima kasih kepada panitia, dan seluruh elemen masyarakat yang mendukung kegiatan ini. Semoga mendapat barokah muassis dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT," pungkasnya. 
 

 

Laporan LPJ kepanitiaan Harlah ke-99 NU, disaksikan oleh pengurus MWCNU di mushala Ketua MWCNU di Desa Jaddung, Pragaan, Sumenep. Yakni, KH A Junaidi Mu'arif. 


Editor:

Madura Terbaru