• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Madura

Wakil Rais NU Sumenep Harap Pegiat Media Rajin Tabayun

Wakil Rais NU Sumenep Harap Pegiat Media Rajin Tabayun
KH M Zainur Rahman Hammam, Wakil Rais NU Sumenep, di acara Harlah pcnusumenep.or.id dan TVNU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH M Zainur Rahman Hammam, Wakil Rais NU Sumenep, di acara Harlah pcnusumenep.or.id dan TVNU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH M Zainur Rahman Hammam, Wakil Rais Pengurus Cabang NU Kabupaten Sumenep, Madura, meminta pegiat media agar menekankan pemberitaannya pada kegiatan tabayun pada informasi-informasi yang kurang jelas atau bahkan tidak benar. Hal itu penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.


 Hal itu disampaikan Kiai Zainur saat menghadiri acara Harlah ke-1 pcnusumenep.or.id dan TVNU Sumenep yang berada di bawah naungan Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Sumenep, Selasa (01/03/2022). Dia senang dan bangga dengan perkembangan media di lingkungan NU Sumenep.


“Kali ini LTNNU Sumenep memiliki kontributor di berbagai kecamatan. Kali ini kami alami saat mengisi acara di Kecamatan Dungkek, keesokan harinya sudah ada berita. Semoga diberikan keberkahan, semakin baik, dan profesional, serta mengedepankan kode etik jurnalisme ala pesantren dan kode etik jurnalis secara umum,” kata Kiai Zainur.


Dijelaskan pula, pengurus LTNNU sudah membawa nama NU. Tentunya setiap tingkah laku dan ucapan, pasti dikait-kaitkan dengan NU. Misalnya, jika salah satu pengurus NU terlibat langsung dalam politik praktis, pasti orang lain menghubungkan dengan NU walaupun mengatasnamakan pribadi.


“Begitu pula teman-teman media NU yang di profil Facebooknya menerangkan bahwa bekerja di NU, maka orang lain akan membaca NU. Semakin tinggi pepohonan, anginnya semakin kencang. LTNNU dikenal khadamah NU, maka ujiannya semakin besar dan fadhilah dari Allah semakin besar pula,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Karang Kapoh Prenduan itu.


Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur itu mengingatkan, jangan melakukan sesuatu yang otomatis memancing penolakan dari orang lain, sekalipun memiliki alasan. Jangan membuat statemen dan melakukan sesuatu yang orang lain mengingkarinya sehingga tercipta kegaduhan walaupun memiliki alasannya.


“Ada dua sisi. Pertama, menyikapi sesuatu harus mengedepankan tabayun. Kedua, kita menjaga agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat walaupun kita punya alasan. Misalnya menyampaikan statemen yang multitafsir,” tegasnya Kiai Zainur.


Di akhir pengarahannya, Kiai Zainur menyimpulkan, sebagai pencari berita harus mengedepankan tabayun. Sebagai penyebar berita harus memegang teguh pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.


“Awak media NU jangan menulis, mengucapkan, dan melakukan sesuatu yang otomatis diingkari orang lain sekalipun mempunyai alasan dan bisa diklarifikasi,” pungkasnya.


Madura Terbaru