• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Madura

IPNU Sumenep Jadi Barometer di Jawa Timur

IPNU Sumenep Jadi Barometer di Jawa Timur
KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep, di acara Konfercab IPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep, di acara Konfercab IPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep, Madura, disebut sebagai salah satu cabang yang jadi barometer IPNU di Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam Konferensi Cabang ke-XXII IPNU Sumenep di Pondok Pesantren Nurul Islam, Karang Cempaka Bluto, Sumenep, Ahad (13/03/2022).


Konfercab juga dihadiri oleh KH A Pandji Taufiq, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Dalam sambutan dia mengatakan, kader IPNU adalah pemilik NU masa depan. “Kami selaku pengurus NU merasa senang dan gembira, karena kader muda di IPNU benar-benar disiapkan untuk menggantikan kami yang usianya sudah sepuh,” katanya.


Kiai Pandji menceritakan bahwa saat pertama dia menjabat Ketua NU Sumenep pada 2010, IPNU masih belum diterima oleh warga dan lembaga pendidikan. Di tahun 2013, pihaknya melayangkan surat kepada pengelola Lembaga Pendidikan Islam, khususnya yang dikelola oleh NU dan Nahdliyin, untuk membentuk Pimpinan Komisariat (PK).


“Pesantren yang pertama kali menginstruksikan menggalakkan IPNU-IPPNU adalah pesantren Nurul Islam Karang Cempaka Bluto. Sampai sekarang surat tersebut masih berlaku. Jika sulit masuk ke suatu daerah atau masuk ke pedesaan, mari berkoordinasi dengan PCNU, karena kami siap mengawal dan mengantarkannya,” ungkap Kiai Pandji.


Sementara itu, Taufiqur Rozikin, Sekretaris Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur, memuji Zaynollah selaku Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumenep sebelumnya, karena dia adalah salah satu Ketua PC terbaik di tingkat provinsi.


“Prestasi ini tidak lepas dari pengurus yang berdiri di belakang Zaynollah, baik di tingkat PC sampai ranting. Mereka semua satu barisan, sehingga IPNU Sumenep menyabet juara umum di tingkat provinsi,” ujarnya.


“Kami mengapresiasi PC IPNU Sumenep, karena menjadi barometer Korda Madura. Di sisi lain, ada beberapa segmen yang akhirnya menjadi barometer se-Jawa Timur. Mengapa? Karena PC IPNU lainnya hanya fokus merebut di bidang organisasi, kaderisasi dan administrasi. Sedangkan Sumenep lebih mengarah pada kategori inovasi dan CBP,” terangnya.


Taufiqur menjelaskan, ada beberapa program nasional dan wilayah yang harus disukseskan dan digerakkan bersama. Tidak hanya selesai di tingkat pimpinan pusat, tetapi melibatkan ujung tombaknya, yakni PC, PAC, ranting, dan seterusnya.


Jika IPNU Sumenep ingin mempertahankan program inovasinya, lanjutnya, maka harus menyelenggarakan pelatihan yang berhubungan dengan program itu. Selain itu ia meminta dukungan untuk menyukseskan Konres PP yang bakal dilaksanakan di NTB.


“Secara jamaah, NU tidak diragukan lagi, khususnya di Jawa Timur. Setiap cabang yang jumlah anggotanya 2000-5000an menjadi jumlah yang biasa. Tapi secara jam’iyah belum tentu. Oleh sebab itu, komitmen jami’yah harus ditekankan,” imbaunya.


Madura Terbaru