• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Madura

Ketua NU di Sumenep Sebut Guru Penentu Keberhasilan Siswa

Ketua NU di Sumenep Sebut Guru Penentu Keberhasilan Siswa
Ustadz Mosa, Ketua MWCNU Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Ustadz Mosa, Ketua MWCNU Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto Sumenep, Ustadz Mosa mengatakan bahwa guru merupakan salah satu sosok penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Penegasan itu disampaikan saat acara tasyakuran dan lepas pisah siswa Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU II Desa Lobuk, Bluto, Sumenep, Kamis (23/06/2022).


Dikatakan, bahwa guru mempunyai peranan yang cukup penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Namun, kontribusi tersebut terkadang berbanding terbalik dengan penghargaan yang diterima oleh guru itu sendiri.


“Meski demikian, guru tetap ikhlas mengabdi mendidik, membina, dan mengayomi siswa. Bahkan terkadang melebihi dari yang dilakukan orang tuanya sendiri,” ujar Mosa.


Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto, Sumenep itu menambahkan, bahwa guru merupakan sosok yang telah mengajarkan mereka tentang arti kehidupan, sesuai dengan batasan usia masing-masing siswa.


“Sehingga pada akhirnya terbentuklah mental yang kuat pada diri siswa,” imbuh Mosa. 


Dirinya berharap, agar siswa yang telah diwisuda nantinya dapat menjadi kader terbaik NU di masa mendatang. “Semoga sebanyak 18 orang siswa dan siswi yang telah diwisuda ini pada 20 tahun yang akan datang memasuki usia emas dan bisa menjadi kader terbaik NU di lingkungannya,” ungkapnya.


Sementara itu, Ny Hj Siti Amaniyah yang didaulat sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut mengimbau kepada wali siswa agar menghindari aneka permainan yang tersedia di smartphone pada anak usia dini. 


“Sebab, jika anak sejak dini terbiasa bermain smartphone, maka dapat merusak otak secara permanen. Jangan biasakan menenangkan anak pakai HP, karena dapat merusak mental. Ini memang sepele, tetapi akibatnya bisa fatal,” tegasnya. 


Di samping itu, Kepala Desa Lobuk Moh Saleh mengatakan, bahwa lembaga TK Muslimat NU II merupakan sekolah yang dirintis oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lobuk, Bluto.


“Dan, lembaga sekolah ini berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sumenep,” ungkap anggota PRNU Lobuk ini.


Ia mengaku belum puas jika di desanya tersebut hanya ada satu unit pendidikan milik NU. Oleh karenanya, dirinya bertekad untuk terus berupaya mendirikan lembaga pendidikan lain milik NU dengan jenjang yang lebih tinggi di Desa Lobuk.


“Mohon doanya, mudah-mudahan terealisasi sampai ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Mari kita dorong stakeholder guna mewujudkan cita-cita menjadi kampung NU di desa ini,” ajak pria yang juga pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sumenep ini. 


Dirinya menegaskan, bahwa di Desa Lobuk telah diresmikan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maritim milik Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Hal ini menurutnya merupakan ikhtiar memajukan pendidikan, khususnya jurusan yang dibutuhkan masyarakat sekitar.


“Alhamdulillah, pada tahun 2021 lalu di tempat ini menjadi saksi diresmikannya SMK Maritim NU oleh Wakil Bupati Sumenep yang berkenan meletakkan batu pertama. Ini merupakan langkah awal untuk memajukan sektor pendidikan," pungkasnya.


Madura Terbaru