• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Madura

Cerita Banser Sumenep Dicium Syech Muhammad saat Rapikan Sandal

Cerita Banser Sumenep Dicium Syech Muhammad saat Rapikan Sandal
Nur Salim Banser Sumenep Bersama Syech Muhammad. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Nur Salim Banser Sumenep Bersama Syech Muhammad. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU) selalu setia dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga ulama dan habaib. Bahkan tidak jarang kesetiaan Banser data bertugas terbayar dengan peristiwa diluar dugaan.


Seperti saat Syech Muhammad Bin Syekh Amin Bin Syech Muhammad Aly Abbuhaibi Al-Jailani ke Madura. Cicit Syech Abdul Qodir Al-Jailani itu mencium kening Nur Salim, anggota Banser yang merapikan sandal Syech Muhammad ketika acara di pesantren.


Syech Muhammad sendiri ke Madura dalam rangka mengisi acara Doa dan Dzikir Bersama di Pesantren Aswaja, tepatnya di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Kamis (23/06/2022).


Menurut Nur Salim, sejatinya tugas pokok Banser yaitu menjaga, memberi keamanan dan kenyamanan bagi ulama dan habaib. Ia mengatakan, tidak perlu memandang dari mana ia berasal, selama dalam jalan dakwah mulia, akan tepat dijaga oleh Banser.


"Kami akan selalu ada di garda terdepan. Tidak lain harapan kami adalah ingin mendapat barokah, ngabdi pada ulama dan habaib," kata Salim kepada NU Online Jatim.


Menurut Salim, Syech Muhammad begitu mencintai Banser. Hal itu terlihat dari beberapa kalimatnya yang tiada henti mendoakan dan mengucap terima kasih.


"Melalui penerjemahnya, beliau selalu bilang terima kasih ke Banser. Beliau juga selalu mendoakan semoga Banser mendapat barokah," ujar Kasat Provost Banser Satkorcab Sumenep itu.


Bagi Salim, yang lebih mengharukan lagi ketika Syech Muhammad mencium keningnya. Menurutnya, hal tersebut seakan memberikan energi untuk terus mengabdi di NU, khususnya di Banser.


"Bahkan ketika saya membenarkan sandal beliau, ternyata beliau tidak gengsi mencium kening saya. Saya berpikir jadi Banser adalah nikmat yang sangat luar biasa," pungkasnya.


Editor:

Madura Terbaru