• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Madura

Kiai A’la Basyir Ajak Santri Perkuat Sanad Keilmuan

Kiai A’la Basyir Ajak Santri Perkuat Sanad Keilmuan
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, KH Abd A'la Basyir. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, KH Abd A'la Basyir. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, KH Abd A'la Basyir mengajak kepada seluruh santri untuk memperkuat sanad keilmuan. Menurutnya, di antara satu hal yang dapat dilakukan ialah mengenal para guru secara lebih luas.


Pernyataan ini disampaikan saat Haul Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah dan Pelantikan Pengurus Ranting Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Cabang Pragaan. Kegiatan tersebut dipusatkan Pondok Pesantren An-Nusyur Aeng Panas, Pragaan, Sumenep, Kamis (18/08/2022).


"Jika ingin mengenal sanad dan karakter KH A Warits Ilyas, tanyakan pada KH Muhammad 'Ali Fikri dan KH M Shalahuddin. Mau kenal sama KH M Amir Ilyas, bisa tanya ke KH M Muhsin dan KH Muhammad Al-Faiz. Mau tahu sosok KH M Ishomuddin, tanyakan pada Kiai A Syauqi dan Kiai A Halimi. Kalau mau tanya tentang KH Ahmad Basyir, tanyakan pada Kiai M Ainul Yaqin," pintanya.


Ia menjelaskan, walaupun Kiai M Ainul Yaqin merupakan adiknya, di dalam sisi keluarga ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang lain. Seperti kisah Kiai Basyir yang diminta oleh seseorang untuk berhenti dari Nahdlatul Ulama (NU).


"Ajakan itu tidak mempengaruhi Kiai Basyir. Malahan almarhum semakin mantap berjam'iyah. Ingin tahu alasannya? Hanya Kiai M Ainul Yaqin yang bisa menjawab," ucap Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu


Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu menyampaikan, acara haul masyayikh harus disyukuri. Karena dalam dasawarsanya, alumni bisa mengasah dan meneguhkan sanad keilmuan pada masyayikh yang hadir pada kesempatan ini.


"Sanad ilmu agama sangat penting. Wajib bagi alumni untuk menjaga mata rantai atau sanad keilmuan. Ingat, tak ada istilah mantan santri," katanya menyitir dawuh Abdullah bin al-Mubarak.


Majelis Masyayikh Kemenag RI ini pun menegaskan, kehadiran masyayikh wajib disyukuri bil lisan dan bil jawarih. Artinya, santri harus satu barisan dengan masyayikh guna memantapkan sanad keilmuan.


"Semoga silaturahim ini bisa memperkaya ilmu kita dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.


Madura Terbaru