• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU

LAZISNU Jatim Bagikan 10.000 Kacamata untuk Guru Ngaji, Santri dan Dhuafa

LAZISNU Jatim Bagikan 10.000 Kacamata untuk Guru Ngaji, Santri dan Dhuafa
Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis oleh NU Care - LAZISNU Jatim di kantor PCNU Bangkalan. (Foto : NOJ/ Sa'dullah)
Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis oleh NU Care - LAZISNU Jatim di kantor PCNU Bangkalan. (Foto : NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

NU Care - Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur melakukan pemeriksaan mata gratis kepada guru ngaji, santri dan dhuafa, Rabu (09/02/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, Kelurahan Pangeranan, kabupaten setempat.

 

Dalam bakti sosial ini juga dilakukan pemberian kacamata gratis hasil kerja sama LAZISNU dengan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) dan Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur dalam rangka Harlah ke 99 NU dan Hari Ulang Tahun ke 50 Iropin. 

 

"Hari ini LAZISNU bersama IROPIN dan Muslimat NU Jawa Timur mengadakan pemeriksaan mata gratis dan pembagian kacamata. Dalam momentum Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-99 dan Harlah IROPIN yang ke-50, kami membagikan 100 kacamata gratis kepada guru ngaji, santri, dan dhuafa," kata Moch Rofi'i Boenawi, Sekretaris LAZISNU Jatim.

 

Ada sekitar 10.000 kacamata yang akan dibagikan secara bertahap di seluruh Jawa Timur sampai bulan September 2022. pria yang juga Direktur NU Care-LAZISNU Jawa Timur ini menyebut, program ini sengaja untuk guru ngaji agar dapat membantu dalam hal membaca.

 

"Karena guru ngaji itu banyak yang kurang dalam hal baca, sehingga perlunya kami membantu guru ngaji untuk bisa membaca dengan kacamata baca. Kemudian untuk para santri yang kebiasaannya selalu muthola'ah, selalu berhadapan dengan komputer, kitab kuning, tentu itu mengganggu kesehatan mata, maka kami memberikan kacamata gratis kepada para santri dan tentu para dhuafa yang membutuhkan kacamata ini," jelasnya.

 

Dalam hasil pemeriksaan ini ditemukan beberapa gejala yang dialami para guru ngaji. Mulai dari silinder, keterbatasan membaca dalam jarak jauh dan dekat, bahkan ada yang mengalami katarak.

 

"Ada satu sampai dua orang yang mengalami katarak, sehingga itu perlu tindakan serius dari tim medis. Insyaallah kami akan membantu hingga operasi katarak," ungkap Dosen STAI Al Azhar Menganti Gresik ini.

 

Menurut Ketua LAZISNU Bangkalan, Ustad Abdul Makin setidaknya ada 100 orang yang menjalani pemeriksaan. Mayoritas dari mereka adalah guru ngaji yang ada di setiap kacamatan di Bangkalan.

 

"Untuk mendapatkan peserta, ini sudah bekerja sama dengan Muslimat NU dan UPZIS LAZISNU kecamatan. Ini dibatasi sampai seratus peserta. Alhamdulillah kami bisa memenuhi dan bahkan ini ada dari beberapa kecamatan yang minta tambahan, tapi terpaksa kami hentikan karena ini kuota terbatas di angka seratus," ujar Ustad Makin.

 

Asoka Yuda Pamungkas, pengurus IROPIN sekaligus ketua pelaksana kegiatan ini menyebutkan, ada 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang akan disinggahi sampai mencapai target pelaksanaan pemeriksaan mata gratis.

  

Ia berharap, bakti sosial ini bisa membantu Nahdliyyin dalam membaca. "Semoga kegiatan ini bisa membantu dan mencegah kelainan dan permasalahan mata yang terjadi saat ini, terutama pada golongan anak-anak yang saat ini cukup intens dengan istilah kegiatan daring," ungkap Yuda.


Editor:

Madura Terbaru