• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Madura

Mustasyar NU Sumenep Ajak Umat Bersandar kepada Orang Shalih

Mustasyar NU Sumenep Ajak Umat Bersandar kepada Orang Shalih
Mustasyar PCNU Sumenep, KH Thaifur Ali Wafa. (Foto: NOJ/Firdausi)
Mustasyar PCNU Sumenep, KH Thaifur Ali Wafa. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Thaifur Ali Wafa mengajak kepada umat agar bersandar kepada orang shalih, baik dari kalangan sesepuh ataupun kepada para guru.


Berkat keshalihan sesepuh, anak cucunya akan kecipratan keshalihannya. Sebaliknya, bila anak cucunya shalih, maka sesepuhnya akan kecipratan shalih pula.


Dirinya menceritakan, saat menuntut ilmu di Makkah, ia melihat tempat thawaf yang dijaga ketat oleh Polisi dan jamaah tidak diperkenankan mendekat. Usut demi usut, ternyata ada seseorang yang mengenakan Simagh dan Ghutrah, dia adalah menteri di kerajaan Arab Saudi.


“Yang mengherankan, ada orang Indonesia mengenakan celana dan masuk ke dalam barisan itu sambil membawa pedupaan, tepatnya di belakang menteri. Setelah itu, rombongan masuk ke dalam Ka’bah. Tahu enggak, dia supir menteri. Dia yang awalnya seorang supir menjadi mulia karena menteri,” ucapnya saat memberi ceramah agama di acara Haul ke-7 Kiai Muhammad Rowi yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Bustan Banyugiri Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (25/02/2024).


Pengasuh Pondok Pesantren Assadad Ambunten itu menegaskan, bersandar kepada orang shalih itu penting. Yang awalnya orang biasa, tiba-tiba menjadi mulia saat bersandar kepada orang shalih.


“Kita harus belajar kepada Imam Syafi’i. Beliau sangat mencintai orang shalih, namun beliau tidak mengakui dirinya orang shalih,” dawuhnya.


Kelak di akhirat nanti, kata Kiai Thaifur, seluruh umat Islam akan mengikuti rombongan imamnya. Bila seseorang tidak memiliki imam (sandaran orang shalih), dirasa kurang sempurna. 


“Saya tidak akan masuk surga sebelum sahabat dan murdiku masuk surga. Bagiku, dawuh salah satu imam ini merupakan bentuk pertaggungjawaban yang sangat mulia. Artinya, lewat mahabbah orang shalih, kita bisa masuk surga,” terangnya.


Tak hanya itu, Kiai Thaifur menjelaskan, Haul Kiai Rowi tidak sekedar mendoakan leluhur, tetapi ada ajang silaturrahim antarsanak keluarga. Salah satunya dicontohkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) yang rela hadir ke acara tahunan ini.


“Barang siapa yang ingin dimudahkan rezeki dan diperpanjang umurnya, perbanyaklah bersilaturrahim. Kendati umur kita pendek, Allah akan memberikan barokah melalui ajarannya yang diamalkan oleh anak cucu dan warga lainnya. Lihatlah Imam Al-Ghazali, walaupun beliau wafat, kitabnya dijadikan sandaran hingga saat ini,” tandasnya.


Madura Terbaru