• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Madura

NU di Sumenep Haramkan Drum Band dengan Biduan

NU di Sumenep Haramkan Drum Band dengan Biduan
Suasana audiensi MWCNU Guluk-Guluk ke kantor Kemenag Sumenep, Selasa (02/08/2022). (Foto: NOJ/ Firdausi)
Suasana audiensi MWCNU Guluk-Guluk ke kantor Kemenag Sumenep, Selasa (02/08/2022). (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk Kabupetn Sumenep melaksanakan audiensi dengan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Selasa (02/08/2022).


Audiensi ini dalam rangka menyampaikan aspirasi tentang hasil sidang Bahtsul Masail MWCNU Guluk-Guluk di masjid Addasuqi tanggal 17 Juli 2022 lalu.


Bahtsul Masail tersebut memutuskan bahwa hukum menyelenggarakan hiburan dalam acara haflatul imtihan dengan mengundang drum band yang dilengkapi dengan biduan (penyanyi perempuan) adalah haram. 


Kedatangan rombongan MWCNU Guluk-Guluk yang ingin menyampaikan keberatan terhadap fenomena biduan tampil saat Haflatul Imtihan ke Kemenag Sumenep disambut hangat oleh pejabat setempat.


KH Md Widadi Rahim, Ketua MWCNU Guluk-Guluk mengutarakan, kedatangan rombongan pengurus ke kantor Kemenag Sumenep merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Ia menyatakan, misi utama yang dibawa adalah sosial kemasyarakatan. 


Menurut alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu, fenomena pelaksanaan Haflatul Imtihan yang diwarnai dengan penampilan biduan kurang sesuai dengan tujuan pendidikan madrasah, lebih-lebih pondok pesantren. 


"Seharusnya madrasah mendidik kader-kader bangsa yang cerdas di bidang intelektual keislaman, malah diberikan sajian drum band lengkap dengan biduan plus disawer dan lain-lain yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan itu sendiri," ungkap dewan Masyaikh Pondok Pesantren Al-Is'af Kalabaan, Guluk-Guluk itu. 


Sementara itu, Chaironi Hidayat selaku Kepala Kememag Sumenep berterima kasih atas kedatangan para kiai dan ustadz ke kantornya. 


"Keluh kesah pengurus MWCNU Guluk-Guluk kami tanggapi positif. Kami sepakat akan mengadakan halal bihalal bersama seluruh pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep guna membahas dan mengevaluasi perayaan haflah imtihan di madrasah ataupun di pesantren," tegasnya. 


Tujuan dikumpulkannya para pengasuh pesantren dan pengelola lembaga pendidikan Islam, lanjutnya, agar perayaan haflatul imtihan di tahun yang akan datang tidak melenceng dari tujuan madrasah. 


"Kami akan kirim surat imbauan antisipatif kepada para pengasuh dan kepala sekolah madrasah terkait hal tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil audensi ini," tandasnya.


Editor:

Madura Terbaru