• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Matraman

Hadiri Wisuda di Tremas, Kiai Marzuki Tegaskan Pentingnya Sanad Ilmu

Hadiri Wisuda di Tremas, Kiai Marzuki Tegaskan Pentingnya Sanad Ilmu
KH Marzuki Mustamar di acara Haflah Akhiriddirosah Wisuda Santri Kelas III Madrasah Aliyah Pondok Tremas, Pacitan. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)
KH Marzuki Mustamar di acara Haflah Akhiriddirosah Wisuda Santri Kelas III Madrasah Aliyah Pondok Tremas, Pacitan. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
KH Marzuki Mustamar menghadiri Haflah Akhiriddirosah Wisuda Santri Kelas III Madrasah Aliyah Pondok Tremas, Pacitan, Rabu (23/03/2022) malam. Hal yang diingatkan adalah antara lain adalah pentingnya sanad ilmu.


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut menyampaikan bahwa pentingnya mondok di pesantren karena mencari sanad keilmuan yang jelas. Tanpa hal tersebut, maka seberapa besar kepandaian dan jabatan tidak akan berarti.


“Seberapa tinggi ilmu dan pangkatmu, jikalau tidak ada ilmu yang sambung kepada Rasulullah, itu ibarat lampu dengan daya yang kuat, namun kabelnya putus. Maka tidak berguna,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Sabiilulrosyad, Gasek, Kota Malang tersebut.


Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengungkap bahwa kiai di pondok salaf manapun, tidak berani mengajarkan ilmu jika tidak pernah berguru. Oleh karenanya, kiai ataupun guru akan mengajarkan ilmu yang telah didapatkan dari gurunya.


"Siapa saja yang mengaji tanpa guru, bisa jadi ilmunya dari setan," tegasnya. 


Kiai Marzuki juga menjelaskan sanad keilmuan yang ada di Pondok Tremas sampai kepada Rasulullah. Hal ini menjadi penyebab banyaknya santri yang mondok di Tremas untuk mencari keberkahan. 


"Apabila sanadnya sambung, dipastikan ilmunya berkah dan bermanfaat," terangnya.


Ia mengungkapkan bahwa tujuan mondok adalah mencari ilmu yang benar. Bahkan telah diajarkan ilmu tentang bersuci yang merupakan ilmu dasar yang selalu dilakukan setiap hari. Selain itu, mondok juga bertujuan memperbaiki akidah.


“Kalau ilmunya benar, maka pengamalannya juga benar,” ungkapnya.


Kiai Marzuki juga berharap kepada santri agar selalu menjaga nilai-nilai budaya Tanah Air. Walaupun sebagian besar santri pandai tentang ilmu agama, namun harus menjaga karakter bangsa. 


Wisudawan Pesantren Tremas kali ini berjumlah  371 santri. Mereka terdiri dari 188 santri putra dan 183 santri putri.


Editor:

Matraman Terbaru