• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Matraman

Akhiri Pandemi, Pondok Tremas Pacitan Gelar Wisuda Mewah

Akhiri Pandemi, Pondok Tremas Pacitan Gelar Wisuda Mewah
Pengasuh Pondok Tremas, KH Luqman Harist Dimyathi (kiri). (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)
Pengasuh Pondok Tremas, KH Luqman Harist Dimyathi (kiri). (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Perguruan Islam Pondok Tremas, Arjosari, Pacitan menyelenggarakan haflah akhiriddirosah wisuda santri kelas III Madrasah Aliyah Salafiyah Mu’adalah, Rabu (23/03/2022) malam. Acara yang digelar megah dan mewah, serta diikuti 371 santri tersebut dipusatkan di halaman masjid pondok setempat.


Pengasuh Pondok Tremas, KH Luqman Harist Dimyathi menuturkan, selama pandemi santri belajar dengan berbagai keterbatasan. Sengaja, haflah kali ini diselenggarakan secara mewah dan megah sebagai ungkapan rasa syukur dan mengembalikan semangat mencari ilmu setelah adanya pandemi.


Man lam yasykurinnas lam yasykurillah (siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka tidak bersyukur kepada Allah, red). Jadi, tanda bersyukur kepada Allah itu ya begini ini. Kami ingin agar pola pikir kita tidak dalam belenggu kehidupan pandemi,” katanya.


Ia menambahkan, santri harus mampu melupakan musibah pandemi yang terjadi dalam dua tahun ini dan kembali semangat mengaji. Tentunya harus menaati peraturan pemerintah untuk menjaga kesehatan.


Tahun sebelumnya, wisuda digelar sederhana tanpa melibatkan wali santri. Bahkan dua tahun lalu sempat ditiadakan, namun wisuda tetap dilaksanakan di tahun selanjutnya. Tercatat ada 188 santri putra dan 183 santri putri yang mengikuti wisuda tahun ini.


“Alhamdulillah sampai malam hari ini putra-putri panjenengan (wali santri, red) bisa menyelesaikan pendidikan di tingkat aliyah. Ini semua karena semangat panjenengan,” imbuhnya.


Sementara itu, Sumali Mufid, salah satu wali santri dari Kota Depok, Jawa Barat berharap, wisudawan bisa terus melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan, diharapkan mampu menjadi kader ulama yang salih dan selalu menegakkan agama Allah.


“Ini dibuktikan dengan mengamalkan ilmu yang didapat dari kiai, selalu berakhlakul karimah, dan istikamah dalam melakukan kebaikan,” katanya.


Editor:

Matraman Terbaru