• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Madura

Peringati Sumpah Pemuda, PMII di Sumenep Adakan Dialog Kepemudaan

Peringati Sumpah Pemuda, PMII di Sumenep Adakan Dialog Kepemudaan
Dialog kepemudaan yang diadakan PK PMII Asy'ariyah Stidar Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Dialog kepemudaan yang diadakan PK PMII Asy'ariyah Stidar Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asy’ariyah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding, Kabupaten Sumenep menggelar dialog kepemudaan, Rabu (27/10). Kegiatan dalam rangka memperingati sumpah pemuda ini dilaksanakan di gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Haqiqatul Iman di Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan kader PMII memiliki bekal yang mumpuni untuk berkontribusi di era 5.0 dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam melakukan arah perubahan kedepannya. Pada kegiatan kali ini, pengurus mendatangkan Kiai Hasan Ma'ali sebagai pemateri.

 

Ia menjelaskan, bagi pemuda yang hendak melakukan perubahan harus memiliki sikap disiplin. Selain itu, mereka harus berkomitmen menghadapi segala sesuatu yang akan dilalui serta tidak boleh mundur.

 

“Kita akan tersingkir apabila tidak berkontribusi. Oleh karenanya, pemuda zaman dulu siap terhadap resiko saat memberikan perubahan yang baik saat kondisi lingkungan kurang stabil. Misalnya saat gerakan mahasiswa yang menggulingkan pemerintahan Orde Baru,” ujarnya saat memompa semangat warga pergerakan.

 

Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Iman Ganding itu mengajak untuk merefleksi ulang pada sejarah bahwa ciri khas seorang pemuda adalah memiliki idealisme.

 

“Kami berharap pemuda menjadi penggerak masyarakat agar bangkit dari pandemi yang berkepanjangan. Tingkat kesadaran pemuda harus diasah lebih dewasa lagi dan terus berkreasi di era 5.0, serta bersaing di kancah internasional,” pintanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua PK PMII Stidar Ganding, Moh Ghalib Bafadlal menyampaikan, warga pergerakan adalah kader yang akan melanjutkan tongkat estafet NU. Oleh karenanya, pemuda harus memiliki bekal yang kuat untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan lebih produktif lagi guna memberikan warna baru.

 

 

"Apa yang kita peroleh di organisasi dan bangku perkuliahan harus diimplementasikan,” tandasnya.


Editor:

Madura Terbaru