• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Madura

Pulihkan Kondisi, Lakpesdam NU di Sumenep Gelar Penguatan Ranting

Pulihkan Kondisi, Lakpesdam NU di Sumenep Gelar Penguatan Ranting
Kiai Abd Wasid (pegang mic) sampaikan materi penguatan ranting pada seluruh PRNU se-Pragaan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Kiai Abd Wasid (pegang mic) sampaikan materi penguatan ranting pada seluruh PRNU se-Pragaan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) bagian dari struktur NU yang paling dekat dengan warga di akar rumput yang mengetahui persoalan keumatan. Sehingga diharapkan mampu menghadirkan solusi dengan program yang sesuai dengan kebutuhan umat.
 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Abd Wasid di acara Haul Gusdur dan Penguatan Ranting NU yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Pragaan, Rabu (29/12/2021) malam di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.
 

“Ranting NU merupakan garda terdepan dalam melakukan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan membendung paham-paham non Aswaja yang masuk serta menusuk ke jantung sosial keumatan di desa-desa,” ujarnya di hadapan seluruh pengurus ranting.
 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut menegaskan, untuk menggerakkan ranting atau menuju transformasi jamaah menjadi jam’iyah, ia mengimbau agar ranting memiliki kegiatan rutin, seperti perkumpulan lailatul ijtima’ satu pekan sekali dan kegiatan
insidental 2 bulan sekali.
 

“Kegiatan sebaiknya dilakukan di masjid, mushala, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya. Hal terpenting, bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan sejenisnya,” tutur mantan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep itu.
 

Dijelaskan pula, pengurus membuat grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi dan motivasi jam’iyah serta melakukan penyegaran reorganisasi dengan melibatkan para kiai, tokoh, perangkat desa dan warga NU pada umumnya. Sedangkan PRNU yang sudah aktif, dirinya
mengimbau untuk membentuk Pengurus Anak Ranting (PAR).
 

“Standar minimal gerakan ranting NU antara lain, memiliki pengurus yang aktif dan memiliki program. Secara administratif, memiliki kantor, memiliki SK yang masih berlaku, memiliki struktur, memiliki anggota sebanyak 75 orang, adanya plang NU dan menggalang i'anah syahriyah,” terangnya.
 

Untuk itu, dirinya meminta kepada Lakpesdam NU untuk menguatkan ranting sebagaimana tertuang dalam hasil Konferensi Cabang (Konfercab) tahun lalu dengan beberapa langkah-langkah tertentu.
 

“Pembentukan tim penguatan ranting, identifikasi masalah, pendampingan PRNU, monitoring kondisi PRNU, dan menjaga konsistensi dalam berharakah,” tandasnya.
 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru