• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Madura

Rakercab, IPPNU Sumenep Disarankan Rancang Program Edutaiment

Rakercab, IPPNU Sumenep Disarankan Rancang Program Edutaiment
K. Abdul Wasid, Wakil Ketua PCNU Sumenep saat memberikan sambutan dan arahan dalam Rakercab PC IPPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
K. Abdul Wasid, Wakil Ketua PCNU Sumenep saat memberikan sambutan dan arahan dalam Rakercab PC IPPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Sebagai bentuk eksistensi dalam sebuah organisasi, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep masa khidmah 2020-2022 menghelat Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Kegiatan yang diikuti pengurus PC IPPNU Kabupaten Sumenep ini dipusatkan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Senin (28/12/2020).

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, K Abdul Wasid dalam sambutannya menekankan, bahwa dalam Rakercab ini hendaknya menyusun program yang eduutaiment. Yakni bersifat edukatif dan entertaiment atau mendidik dan menghibur. Karena ini memang kecenderungan pelajar hari ini.

 

“Kalau mendidik terus, tapi tidak menghibur itu tidak baik. Kalau hanya menghibur terus tapi tidak mendidik, maka itu hanya mau jadi artis tapi bukan aktifis,” seloroh Koordinator Bidang Banom PCNU Sumenep ini.

 

Diupayakan kegiatan yang mendidik dan menghibur ini dikemas dengan kreatif. Agar kegiatan yang dilakukan bisa mendidik dan mengumpulkan para pelajar, yang pada akhirnya pelajar itu bisa bergerak bersama-sama dalam melaksanakan penguatan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah.

 

“Kalian tidak perlu sering mengadakan acara yang besar dan meriah, tapi setelah itu sepi kegiatan. Cukup acara yang kecil-kecil saja yang penting intens. Misal Majelis Pelajar yang dapat dilakukan setiap pekan atau setengah bulan sekali, baik ditingkat PC, PAC, PK, atau PR. Karena acara kecil yang intens tersebut merupakan modal besar bagi organisasi,” tambahnya kemudian.

 

Alumni IPNU Sumenep ini juga menegaskan akan pentingnya melakukan penguatan organisasi. Oleh karena itu, kepengurusan yang belum aktif harus segera dilakukan reorganisasi. Selain itu, perlu diupayakan dan diikhtiarkan agar ada Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah. Sehingga PK yang belum ada segera dibentuk, sedang yang sudah ada dikuatkan. Pengurus perlu hadir dan silaturahim ke sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah.

 

“Temui pengurus OSIS dan kepala sekolahnya. Tidak usah malu-malu. Karena kalian melaksanakan amanah, serta perintah dari muassis NU untuk melakukan dakwah Aswaja An-Nahdliyah di kalangan pelajar,” ungkapnya.

 

K Wasid, sapaan akrabnya menyebutkan, bahwa semua ruh kegiatan NU atau Banom ialah penguatan Aswaja An-Nahdliyah. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara yang sekiranya cocok untuk diterapkan pelajar. Tidak harus selalu pengajian atau hal-hal ubudiyah lainnya.

 

“Apapun itu bisa kalian kreasikan, agar kegiatannya tidak lepas dari hal-hal yang berkaitan dengan penguatan Aswaja An-Nahdliyah,” ujar Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur ini.

 

Ia juga menambahkan, bahwa proses kaderisasi dalam sebuah organisasi merupakan suatu hal yang penting. Karena itu merupakan bagian dari cara mendidik kader. “Karena jika hanya dihimpun, tapi tidak dididik itu susah diarahkan agar bisa bergerak satu komando,” terangnya.

 

Terakhir, Mantan Sekretaris PC GP Ansor Sumenep ini berharap, IPNU-IPPNU Sumenep menggelar suatu momentum yang menunjukkan bahwa ia besar dan memiliki kader yang banyak. Tetapi banyak orang yang tidak tahu hal itu. “Ini harus dilakukan, entah di akhir atau pertengahan periode, cukup sekali atau dua kali saja,” tandasnya.  

 

 

Sementara itu, Syarifatun Jamilah mengatakan, bahwa sebelum dilaksanakan Rakercab, IPPNU Sumenep melaksanakan analisis sosial dan rencana strategis. Dari hal itu diharapkan pengurus dapat membuat program yang searah dengan kebutuhan pelajar hari ini.

 

“Sehingga kami sebagai organisasi pelajar putri, mampu menjadi jembatan bagi pelajar secara umum, dan IPPNU secara khusus,” pungkas Ketua IPPNU Sumenep ini.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru