• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Madura

Syaikhona Kholil Belum Ditetapkan Pahlawan, Meski Tuntas di Dewan Gelar

Syaikhona Kholil Belum Ditetapkan Pahlawan, Meski Tuntas di Dewan Gelar
Kompleks pemakanan Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Kompleks pemakanan Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Bangkalan, NU Online Jatim
Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan merupakan sosok ulama kharismatik yang melahirkan murid-murid penggagas Nahdlatul Ulama dan pejuang kemerdekaan. Sekian muridnya tersebut telah banyak yang dianugerahi Pahlawan Nasional.


Ketua Tim Pengusul Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Dr Muhaimin menjelaskan, perkembangan pengusulan gelar pahlawan sudah dua tahun berlangsung. Meski sudah tuntas di Dewan Gelar, namun Syaikhona Kholil Belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2022 ini.


"Kami sebagai tim pengusul sudah melalui proses tahapan administratif dan uji dewan gelar, itu sudah clear setahun yang lalu. Jika sampai sudah di Dewan Gelar, berarti sudah beres secara administratif dan layak diangkat sebagai Pahlawan Nasional," ungkap Muhaimin saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).


Tim Pengusul dan keluarga besar dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil sudah siap dengan kondisi tersebut. Hal tersebut karena kewenangan menentukan gelar tanda kehormatan merupakan hak prerogratif presiden.


Presiden mempunyai sejumlah pertimbangan terkait dengan pemberian gelar pahlawan. Seperti informasi yang telah disampaikan Gubernur Jatim kepada Tim Pengusul, bahwa Presiden Joko Widodo ingin mendistribusikan gelar pahlawan nasional itu merata ke berbagai daerah di Indonesia.


"Nah, selama ini Jawa Timur terlalu sering menurut pertimbangan Bapak Jokowi. Artinya, beberapa tahun terakhir ini beliau itu menandatangani pengusulan gelar pahlawan itu dari Jawa Timur. Seperti halnya KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo dan Kiai Maksum dari Malang," ungkapnya.


Muhaimin mengaku, pengusulan mulai proses dari kabupaten, provinsi dari Kementerian Sosial hingga ke Dewan Gelar di Menkopolhukam itu tidak ada permasalahan. Prosesnya tinggal diajukan ke Presiden Republik Indonesia.


Sebagai informasi, per April 2021-2022 Tim Pengusul Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil diminta untuk memperbarui beberapa berkas pengusulan oleh Kementerian Sosial. Selanjutnya, tim pengusul langsung memperbaharui dengan lengkap.


"Kami sudah kirim ulang di April 2022. Menyikapi hal ini kami akan tetap melakukan penguatan untuk pengusulan ini bergulir," paparnya.


Ia berharap, tahun depan Syaikhona Kholil bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pihaknya menyadari, bahwa proses pengusulan itu pasti berjalan lama. Hal tersebut berkaca pada pengusulan gelar pahlawan nasional Lainnya yang memakan waktu bertahun-tahun.


"Gelar Pahlawan KH As'ad Syamsul Arifin selama empat tahun baru terealisasi. Sedang kita baru dua tahun berjalan," terangnya.


Alumnus Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Jurusan Studi Sosial ini mengaku akan terus mengawal dan mengawasi dengan dibantu oleh organisasi sosial kemasyarakatan maupun organisasi politik. Sementara dalam konteks secara organisasi kelembagaan, pihaknya juga bergandengan dengan PWNU Jatim hingga PBNU.


"Kami tidak bisa bekerja sendirian, bantuan dari berbagai unsur untuk penguatan dan pengawalan sangat penting dilakukan," tandasnya.


Seperti diketahui, tiga murid Syaikhona Muhammad Kholil sudah dianugerahi pahlawan nasional terlebih dahulu. Yaitu Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan KHR As'ad Syamsul Arifin.


Madura Terbaru