• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Malang Raya

Bangkit Setelah Pandemi, IPNU IPPNU di Batu Pahami Lima Materi Esensial

Bangkit Setelah Pandemi, IPNU IPPNU di Batu Pahami Lima Materi Esensial
Makesta PK IPNU IPPNU SMAI Hasyim Asy'ari kota Batu. (Foto: NOJ/Zaiyana NA).
Makesta PK IPNU IPPNU SMAI Hasyim Asy'ari kota Batu. (Foto: NOJ/Zaiyana NA).

Batu, NU Online Jatim

Setalah hampir dua tahun tidak bertemu, Pengurus Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA Islam Hasyim Asy'ari Kota Batu sukses melaksanakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) secara offline pada hari Kamis-Jum'at (16-17/12/2021).

Jenjang pengkaderan paling awal pada kepengurusan IPNU IPPNU ini bertujuan menumbuhkan dan menguatkan kembali semangat dan juga militansi anggota dalam berorganisasi. Apalagi setelah mati suri cukup lama dikarenakan pandemi Covid-19.

Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi Pimpinan Cabang (PC) IPPNU kota Batu, Miftachul Hidayati menuturkan pada kesempatan ini peserta Makesta diberikan lima materi esensial yang sesuai dengan juklak kaderisasi.

"Makesta yang dilakukan dua hari ini membahas tentang materi-materi yang ada dalam juklak kaderisasi," katanya pada NU Online Jatim pada Jum'at (17/12/2021).

Pertama, materi kepemimpinan. Pemberian materi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepemimpinan dan juga mempersiapkan kader agar siap menjadi pemimpin komisariat sewaktu-waktu.

"Dalam materi kepemimpinan ini kita belajar tentang dasar-dasar kepemimpinan. Tujuannya adalah mempersiapkan calon pemimpin di komisariat, siapapun nantinya yang terpilih, yang penting sudah dibekali ilmunya dulu," jelas Mifta.

Kedua, materi digitalisasi. Inovasi dan kreativitas menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap anggota untuk dapat menciptakan program kerja yang menarik. Peserta Makesta diharapkan dapat mendesain secara mandiri kegiatannya, khususnya dalam pengelolaan media sebagai representasi organisasi.

Ketiga, materi Aswaja. Sebagai organisasi pelajar di bawah naungan NU, mengkaji tentang aswaja merupakan hal yang wajib bagi seluruh pelajar NU. Aswaja merupakan landasan perjuangan di dalam organisasi.

Keempat, materi gender yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi maraknya kasus kekerasan seksual, khususnya di kalangan pelajar.

"Kita harus membatasi dan mengantisipasi kekerasan seksual pada pelajar dengan memberikan pengetahuan tentang gender," tambah ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI Unisma itu.

Kelima, materi keorganisasian dan keadministrasian. Peserta Makesta diharapkan mampu memahami tujuan, manfaat, dan pengelolaan organisasi agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal.

Selain kelima materi tersebut, pada kesempatan itu Pengurus Ranting (PR) IPNU IPPNU Kelurahan Sisir menyempatkan hadir untuk memberikan sosialisasi. Tujuannya adalah menjaring kader-kader di komisariat untuk bisa bergabung juga di ranting Sisir, karena SMA Islam Hasyim Asy'ari masih termasuk dalam wilayah kelurahan Sisir.

Mifta berharap kegiatan kaderisasi ini mampu menghidupkan kembali semangat pengurus dan juga anggota dalam mengelola organisasi, khususnya setelah pandemi.

"Kami berharap komisariat di sini bisa hidup kembali, apalagi setelah sempat vakum  dalam waktu yang cukup lama. Bagaimanapun juga, kaderisasi di SMA Hasyim Asy'ari kota Batu harus tetap dijalankan," harapnya.

Setelah kegiatan Makesta berakhir, rangkaian acara dilanjutkan dengan outbound yang dilaksanakan pada Sabtu (18/12/2021).

Editor: Risma Savhira


Malang Raya Terbaru