• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Malang Raya

HPN Jatim Dorong Warga Konsumsi Produk Lokal

HPN Jatim Dorong Warga Konsumsi Produk Lokal
HPN Jatim mendorong warga agar gemar mengkonsumsi produk lokal asli Indonesia. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
HPN Jatim mendorong warga agar gemar mengkonsumsi produk lokal asli Indonesia. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Timur menggelar Business Forum 2021 dengan tema 'Recovery Ekonomi Pasca Pandemi'. Kegiatan tersebut dipusatkan di di Universitas Islam Malang (Unisma), Jum’at-Ahad (26-28/11/2021).

 

Wakil Bendahara HPN Jatim, Djoni Sudjatmoko mengungkapkan, forum HPN Jawa Timur tersebut mengusung misi akan pentingnya membeli produk asli buatan Indonesia. Hal itu untuk mendorong banyaknya keterserapan lapangan kerja.

 

"Produk lokal itu akan membuat padat tenaga kerja. Kalau kita impor, sedikit menyerap lapangan kerja. Karena yang menyerap lapangan pekerjaan ada di sektor produksi. Misal room material dan lainnya," katanya.

 

Pria yang juga salah satu Owner Nendhes Kombet (NK) Cafe Malang ini mengungkapkan, dengan mengimpor barang akan membuat negara semakin bertambah hutang dan tanggungan yang harus dibayar.

 

“Kita boleh impor, akan tetapi hanya sebatas barang-barang yang penting dan nyata tidak ada di Indonesia,” terangnya.

 

Dengan hal ini, nantinya akan menciptakan iklim Indonesia sebagai produsen. Sehingga nantinya akan membuka banyak lapangan kerja. Pihaknya pun berharap, agar kiai pesantren menjadi pelopor akan pentingnya membeli produk lokal.

 

"Harapan kami nanti dari para kiai, nuwun sewu (mohon maaf, red) bisa menyampaikan ke para santrinya, warga Nahdliyin untuk beli produk Indonesia," ujarnya.

 

Ia mengaku, upaya tersebut sebagai bentuk menyelamatkan Indonesia dari ketergantungan barang. Karena sebagai nagara yang berlimpah akan sumber daya alam, Indonesia sudah saatnya menjadi negara pengekspor ke penjuru dunia.

 

"Devisa masuk sudah besar, yang mencapai 18 miliar dolar setiap bulan. Maka, harus diperbesar lagi dengan produk lokal dari kita," bebernya.

 

Djoni pun sedikit menyanyangkan, dengan adanya pengusaha sukses yang banyak parkir kekayaannya di luar negeri dan tidak masuk di Indonesia. “Hal itu justru tidak membantu keuangan negara kita, tapi ke luar negeri,” imbuhnya.

 

Dirinya berharap agar pemerintah menarik bunga nol persen. Sebab, hal itu nantinya akan menyerap tenaga dan memutar roda perekonomian secara perlahan.

 

"Semoga hal ini segera terealisasi agar bisa dikembangkan bersama-sama, guna membangun semangat baru untuk Indonesia maju," tandasnya.


Malang Raya Terbaru