• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Malang Raya

Kantor Bupati Malang Jadi Lokasi Rukyatul Hilal

Kantor Bupati Malang Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Proses rukyatul hilal 1442 Hijriyah di Menara Pandang Pantai Ngeliyep, Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)
Proses rukyatul hilal 1442 Hijriyah di Menara Pandang Pantai Ngeliyep, Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim
Rukyatul hilal atau pemantauan hilal untuk menentukan awal Bulan Ramadhan 1443 Hijriyah akan dilaksanakan Jumat (01/04/2022) besok. Lokasi rukyatul hilal di antaranya di Menara Pandang, Pantai Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Namun, lokasi rukyatul hilal di Malang berubah karena sejumlah alasan.
 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma'muri mengatakan, rukyatul hilal yang sejatinya dilakukan di Pantai Ngeliyep berpindah ke Kantor Bupati Malang.
 

"Hasil kesepakatan bersama, akhirnya lokasi rukyatul hilal dipindahkan ke Kantor Bupati Malang, Kepanjen, lantai 9 karena faktor cuaca serta fasilitas. Selain itu, Pendopo Pantai Ngeliyep juga bocor lantaran setelah diterjang hujan deras," kata Ma'muri saat dihubungi NU Online Jatim, Selasa (29/03/2022).
 

Ia menjelaskan, kemungkinan hilal terlihat sangat kecil lantaran cuaca dan tinggi hilal menurut perhitungan hisab masih setinggi 2 derajat.
 

"Kami akan terus melakukan pemantauan hilal nantinya sejak pukul 16.00 WIB hingga matahari terbenam. Nantinya kami akan bertugas dengan 5 personil dari BMKG dan 1 teropong hilal," imbuh Ma'muri.
 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H Musta'in menuturkan, perubahan lokasi rukyatul hilal dipicu rusaknya Pendopo Pantai Ngeliyep.
 

"Jadi tidak mungkin mengumpulkan undangan untuk ke sana. Selanjutnya, untuk rukyatul hilal penetapan Syawal 1443 Hijriyah akan dilaksanakan di sana jika pendopo sudah diperbaiki," ujarnya kepada NU Online Jatim, Rabu (30/03/2022).
 

Menurutnya, pelaksanaan rukyatul hilal di Kantor Bupati Malang akan tetap dilakukan secara terbatas. "Dibatasi, paling sekitar 20-50 orang yang ada di lantai 9," tambahnya.
 

H Musta'in juga tidak memungkiri kemungkinan penetapan awal puasa Ramadhan 1443 Hijriyah aka nada perbedaan di sejumlah elemen. 
 

"Maka dari itu, perbedaan itu suatu hal yang biasa. Kalau yang menggunakan metode hisab ya monggo, kalau menggunakan metode rukyat ya silahkan. Karena, perbedaan itu bukan sesuatu hal yang baru, dan sudah pernah terjadi," jelasnya.
 

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Malang, KH Achmad Noer Junaidi mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pemantauan bersama BMKG, Kementerian Agama Kabupaten Malang, dan Pemerintah Kabupaten Malang.
 

"Jika ketinggian hilal terlihat 2,35 derajat maka bisa saja dipastikan sudah berganti bulan. Tetapi, keputusan BIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) baru bisa ditetapkan berganti bulan jika posisi hilal berada di ketinggian 3 derajat," katanya kepada NU Online Jatim, Kamis (31/03/2022).
 

Oleh karenanya, lanjut Gus Jun, pihaknya masih akan melakukan persiapan pemantauan bersama BMKG dan elemen terkait.
 

"Apalagi saat ini cuaca masih mendung dikhawatirkan nanti hilal tidak terlihat. Jika besok Jumat itu hilal terlihat, maka Sabtu bisa dipastikan puasa. Tetapi jika belum, maka Bulan Sya'ban tahun ini digenapkan selama 30 hari dan puasanya mulai hari Ahad," ungkap Gus Jun.


Editor:

Malang Raya Terbaru