• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Malang Raya

Ketum PDNU: Puasa adalah Upaya Detoksifikasi dan Reparasi Manusia

Ketum PDNU: Puasa adalah Upaya Detoksifikasi dan Reparasi Manusia
Ketua Umum PDNU, dr Muhammad S Ni'am (kanan). (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)
Ketua Umum PDNU, dr Muhammad S Ni'am (kanan). (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)

Malang, NU Online Jatim

Ketua Umum Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), dr Muhammad S Ni'am mengatakan, bahwa puasa merupakan upaya detoksifikasi dan reparasi tubuh manusia, baik dari aspek rohani atau pun jasmani. Hal itu disampaikan saat program siaran di studio 2 Madina FM, Masjid Agung Jamik Malang, Ahad (10/04/2022) malam.


"Saat seseorang berpuasa, energi ini tidak dipakai, lalu tersimpan untuk pekerjaan lainnya, yakni memperbaiki imun, detoksifikasi dan reparasi pada tubuh. Sehingga akan memperbaiki kondisi kesehatan," terangnya.


Ia menyampaikan, penelitian tentang keutamaan puasa perspektif kesehatan telah banyak membuktikan bahwa puasa merupakan bagian dari istirahatnya tubuh manusia setelah berbulan-bulan bekerja.


"Puasa adalah cutinya tubuh dari bekerja, ibarat mesin jika dipakai terus-menerus akan mudah rusak," jelas dokter spesialis bedah digestif (pencernaan) tersebut.


Gus Ni'am menyampaikan, bahwa puasa juga harus dilihat dari segi fungsional, agar menjadi motivasi dan menangkap hikmah besar di baliknya. "Banyak ahli menjelaskan bahwa tubuh seolah-olah mempunyai waktu untuk menolak makan, jika tetap diberikan, akan jadi penyakit," katanya.


Ia menambahkan, ketika mengolah makanan yang dikonsumsi organ pencernaan cenderung membutuhkan energi khusus untuk mengatur sirkulasi makanan. Dan ketika berpuasa, maka seseorang akan banyak menahan keinginan, seperti makan, minum dan hal lain yang dilarang.


"Hal ini berakibat akan meningkatnya produksi hormon di dalam tubuh yang dapat memunculkan ketenangan jiwa, apalagi saat puasa disertai sabar dan rasa ikhlas," ungkapnya.


Maka dari itu, puasa adalah salah satu upaya mengeluarkan racun (detoksifikasi) dan perbaikan (reparasi) bagi manusia baik secara jasmani maupun rohani.


"Puasa bukan tujuan, ia hanya cara ibadah untuk mencapai tujuan tertentu, baik bagi kesehatan maupun inti dari menjalankan perintah Allah," pungkasnya.


Malang Raya Terbaru