Khofifah Ajak Muslimat NU Malang Kenang Hasil Munas Situbondo
Kamis, 2 Juni 2022 | 07:30 WIB

Khofifah Indar Parawansa saat sambutan pada pelantikan dan halal bihalal PC Muslimat NU Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/Moch. Miftachur Rizki)
Moch Miftachur Rizki
Kontributor
Malang, NU Online Jatim
Kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik. Yang istimewa, acara juga dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak hadirin untuk membaca bersama deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam. Yakni hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Sukorejo, Situbondo, 21 Desember 1983.
"Di hari lahir Pancasila ini, mari kita refleksikan bersama dengan membaca deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam. Kepada 5 ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Malang yang bertugas, saya persilakan," katanya di Auditorium KH Muhammad Tholchah Hasan, Universitas Islam Malang, Rabu (01/06/2022).
Ia juga menjelaskan jika peran Muslimat NU sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan ke depan.
"Semoga Muslimat NU semakin bisa mengambil peran untuk umat dengan menggelorakan pilar-pilar PBNU. Mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD '45," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi mengucapkan selamat dan sukses kepada segenap pengurus baru, yang selanjutnya akan mengemban tugas sebagai pimpinan dan anggota dari PC Muslimat NU Kabupaten Malang.
"Semoga amanah yang diberikan kepada saudara-saudara sekalian, dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan pengabdian yang tulus," katanya.
Ia juga menjelaskan, bahwa ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Malang yang hadir pada kesempatan ini bisa tersenyum sumringah karena Khofifah sekaligus Gubernur Jawa Timur.
"Hari ini saya melihat sumringahnya ibu-ibu, karena bisa melihat ibunya (Khofifah, red) secara langsung. Semoga silaturahim ini diberikan ridha oleh Allah ta'ala," jelasnya.
Sanusi juga berharap sebagai organisasi yang memiliki struktur dan jaringan anggota yang mengakar, Muslimat NU memerlukan basis organisasi yang strategis dalam pembangunan daerah.
"Maka dari itu, Muslimat NU harus terus mengambil peran dalam pemberdayaan umat demi kemaslahatan masyarakat," pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Meneladani 4 Sifat Rasulullah
2
Khutbah Jumat: Kejujuran dan Integritas sebagai Muslim Sejati
3
DPR Sahkan BP Haji Jadi Kementerian Khusus
4
Hukum Merayakan Maulid Nabi dan Amaliyah yang Dianjurkan
5
Konfercab XIX, Fatayat NU Blitar Luncurkan Buku Fatayat NU Mempesona
6
Pemerintah Sahkan UU Haji Terbaru, Komitmen Layanan Lebih Mudah dan Transparan
Terkini
Lihat Semua