• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Malang Raya

LPNU Jatim Gelar Bimtek Sertifikasi Halal Kawal UMKM

LPNU Jatim Gelar Bimtek Sertifikasi Halal Kawal UMKM
Ketua LPNU Jatim, Fauzi Priambodo saat Bimtek Sertifikasi Halal. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)
Ketua LPNU Jatim, Fauzi Priambodo saat Bimtek Sertifikasi Halal. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Halal untuk UMKM Nahdliyin. Kegiatan yang juga dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2021 ini dipusatkan di Hotel Accent Premier, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/10).

 

Kegiatan ini mengusung tema 'UMKM Sehat, Ekonomi Kuat'. Hadir dalam acara di antaranya Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Hj Siti Husnul Yumiati, dan Ketua Badan Pemeriksa Halal PWNU Jatim, Siti Rahayu Nadliroh, serta tokoh lainnya.

 

Ketua PW LPNU Jatim, Fauzi Priambodo mengatakan, agenda ini merupakan kelanjutan dari Nuconomic yang sudah berjalan selama empat tahun. Perlu diketahui, program NUcomic salah satunya yakni pendampingan, pelatihan, marketing, teknologi, serta monitoring evaluasi.

 

“Sedangkan saat ini kita sedang memprioritaskan pendampingan dan pelatihan untuk memperoleh label halal," katanya kepada NU Online Jatim.

 

Fauzi mengatakan, label halal merupakan hal yang perlu diseriusi karena perkembangan halal dunia sudah dilegalkan oleh Business Process Management (BPO) yang merupakan kegiatan pengalihdayaan proses dan fungsi bisnis yang dijalani perusahaan kepada pihak ketiga.

 

"Saat ini industri halal sudah di tingkat internasional. Seperti Arab Saudi yang mendeklarasikan sebagai pusat umat Islam, namun di sisi lain keuntungan China dalam memproduksi busana Muslim sudah mencapai miliaran," imbuhnya.

 

Dirinya menuturkan, bahwa pertumbuhan penduduk Muslim sangat luar biasa. Oleh karenanya, label halal harus menjadi prioritas terutama bagi UMKM. Selain itu, jaminan halal sudah diakui World Trade Organization (WTO) atau organisasi perdagangan dunia.

 

Sejumlah data menyebutkan, diperkirakan populasi Muslim di tahun 2030 mencapai 2,180 miliar atau sebanyak 26 persen dari populasi dunia. “Sedang, pasar produk halal Asia Pasifik mencapai 62 persen, Afrika 15 persen, Timur Tengah 20 persen, Eropa dan Amerika masing-masing 3 persen," tambahnya.

 

Menurutnya, sertifikasi halal sangat penting karena label halal sudah menjadi gaya hidup masyarakat global, hingga akhirnya mendorong tumbuhnya ekonomi syariah.

 

“Fenomena ini saya kira akan membuat UMKM yang tidak mempunyai produk halal tidak akan dipercaya, karena saat ini lebih condong pada sertifikasi halal, BPOM, dan lain sebagainya," ungkap Fauzi.

 

 

Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa LPNU Jatim selalu siap untuk memfasilitasi masyarakat, utamanya Nahdliyin, dalam memperoleh label halal tersebut. Ia pun bersyukur karena UMKM Nahdliyin saat ini mengalami peningkatan.

 

"Alhamdulillah, saat ini UMKM Nahdliyin sudah mencapai 30 persen dari data yang ada di Dinas Koperasi Jawa Timur," pungkasnya.


Malang Raya Terbaru