• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Malang Raya

Pelajar NU Batu Asah Kemampuan Problem Solving Lewat FGD

Pelajar NU Batu Asah Kemampuan Problem Solving Lewat FGD
Suasana FGD Pelajar NU Kota Batu. (Foto: NOJ/Zaiyana Nur Ashfiya)
Suasana FGD Pelajar NU Kota Batu. (Foto: NOJ/Zaiyana Nur Ashfiya)

Batu, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Batu menggelar Forum Group Discussion (FGD) akhir pekan lalu. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam penutupan Latihan Kader Muda (Lakmud) Raya yang diselenggarakan di TPQ Nurul Islam Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.


Syahrial Ahmad, Wakil Sekretaris PC IPNU Kota Batu, mengatakan, secara garis besar tujuan dari FGD tersebut adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam problem solving (penyelesaian masalah). Baik permasalahan internal dalam organisasi ataupun masalah eksternal yang nantinya ditemui di masyarakat.


"Peserta berlatih untuk menemukan solusi dan jawaban atas problem yang diangkat sebagai bahan diskusi dalam forum," jelasnya saat dihubungi NU Online Jatim, Selasa (01/03/2022).


Menurutnya, kegiatan semacam ini juga efektif untuk memantik keberanian peserta dalam mengemukakan pendapat. Keterampilan berkomunikasi seperti berbicara di depan umum merupakan hal yang penting untuk dikuasai.


"Penting sekali untuk berlatih dan meningkatkan keberanian berbicara di dalam forum, ini akan menjadi bekal yang sangat baik ketika kita berkiprah di masyarakat secara langsung," ujarnya.


Contoh kasus yang diangkat dalam FGD adalah tindak pelecehan seksual di sekolah SPI Kota Batu yang proses persidangannya masih berjalan. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro dan kontra.


Peserta diajak untuk berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sosial secara luas. Kemudian mereka diberikan waktu untuk menggali informasi yang akurat dan relevan dengan kasus tersebut, kemudian dilanjutkan dengan saling mengomunikasikannya di dalam forum.


Pada kesempatan ini peserta juga diarahkan untuk mengaplikasikan materi yang diperoleh saat Lakmud selama dua hari sebelumnya, seperti manajemen konflik, kerja sama dan komunikasi, analisa gender, juga studi problematika pendidikan.


"Peserta Lakmud berlatih untuk mengaplikasikan apa yang telah diperoleh dari materi-materi sebelumnya, tentunya yang sesuai dengan isu yang diangkat dalam forum," jelas pemuda yang juga menjadi Koordinator tim redaksi dan Digital Pelajar NU Kota Batu itu.


Ia berharap, setelah mengikuti FGD peserta bisa lebih sering melakukan diskusi interaktif lainnya di luar forum. Belajar berpendapat, beradu argumen, sampai bisa menemukan kesepakatan yang paling solutif bagi semua.


"Kita memang harus kritis dan peka dengan sekitar. Pemuda juga memiliki suara untuk bersama-sama membela yang lemah, dan juga menegakkan keadilan. Tentunya dengan langkah yang bijak dan matang, bukan hanya asal bergerak," tandasnya.


Malang Raya Terbaru